Rabu, 15 Agustus 2018

53 Tahun Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pemerataan Pembangunan Kian Terasa


Jumat, 10 Agustus 2018 | 11:39:22 WIB


Bupati meninjau pembangunan jembatan
Bupati meninjau pembangunan jembatan / Humas Tanjab Barat

KUALATUNGKAL - 10 Agustus 2018 yang jatuh pada hari Jumat ini merupakan hari jadi Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-53 tahun.Sejak berdiri pada 10 Agustus 1965 dengan nama awal Kabupaten Tanjung Jabung dan tahun 1999 memakai nama Tanjung Jabung Barat, kabupaten di ujung timur Provinsi Jambi ini sudah beberapa kali mengalami pergantian pucuk pimpinan Bupati dan Wakil Bupati.

Kini di usia 53 tahun, kabupaten dengan slogan Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan ini dipimpin oleh Bupati DR Ir H Safrial MS bersama Wakil Bupati Drs H Amir Syakib yang memasuki tahun ketiga kepemimpinannya usai dilantik pada tahun 2016 lalu.

Berbagai kebijakan dalam upaya pemerataan pembangunan diambil oleh pasangan Bupati DR H Safrial Ms dan Wakil Bupati Drs H Amir Syakib dalam usia tiga tahun memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui visi Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang Maju, Adil, Makmur, Bermartabat dan Berkualitas.

Di usia 53 tahun ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah berhasil dengan sejumlah pencapaian pembangunan baik dari segi infrastruktur, ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang terus mengalami peningkatan.

Ada empat prioritas pembangunan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini, yaitu pembangunan infrastruktur dasar diarahkan pada usaha mempercepat dan meningkatkan aksebilitas antar daerah tertinggal.

Pembangunan ekonomi daerah diarahkan kepada pembangunan sektor ekonomi unggulan yang ditumbuh kembangkan sesuai potensi sumber daya yang dimiliki daerah.

Pemanfaatan tata ruang diarahkan untuk keseimbangan pengelolaan antara kebutuhan ruang dengan potensi sumber daya alam guna pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan kawasan strategis yang cepat tumbuh diarahkan pada pemanfaatan potensi daerah dan penataan ruang yang dinamis.

Untuk mempercepat hal ini, pemerintah sendiri juga menetapkan empat strategi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah, yaitu melaksanakan percepatan pembangunan daerah yang diarahkan untuk pengembangan sektor ekonomi unggulan yang berbasis pada agroindustri dan perikanan.

Melaksanakan pembangunan daerah yang selaras antara pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan pembangunan dan terjaminnya kelestarian lingkungan hidup sehingga dapat diperoleh pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah dan terakhir meningkatkan kualitas pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kabupaten berdasarkan Good Governance and Clean Government serta memaksimalkan Teknologi Komunikasi dan Informasi.

Infrastruktur sebagai salah satu sarana yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat di usia ke-53 tahun ini, pelaksanaannya terus meningkat. Hal ini guna membuka isolasi wilayah dengan membangun jembatan dan jalan.

Berdasarkan data yang dihimpun, hasil pembangunan jalan berdasar permukaan di tahun 2017 lalu yakni jalan aspal 7,512 KM, jalan pengerasan 28,425 KM, jalan tanah 21,725 KM dan jalan lainnya (beton) 0,874 KM. Angka ini masih akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

Selain jalan, pembangunan jembatan juga terus dilakukan tiap tahunnya. Ti tahun 2017 lalu, bentang jembatan yang dibangun oleh pemerintah kabupaten sebanyak 1.149 meter. rehabilitasi irigasi 18.800 meter.

Lalu, pembangunan tanggul sepanjang 64.700 meter, pembangunan jalan baru 21.725 KM dan peningkatan jalan sepanjang 36,432 meter.
Infrastruktur penunjang sarana air bersih juga turut menjadi perhatian, mengingat di usia 53 tahun, air bersih sudah sangat diharapkan bisa mengalir ke Kuala Tungkal sebagai ibukota kabupaten.

Hal ini dibuktikan dengan pembangunan penyediaan air bersih di Tebing Tinggi dan peningkatan jaringan pipa dalam kota yang hingga kini masih terus dilakukan.

Pembangunan di bidang kesehatan kini juga telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal ini terlihat dari pencapaian indikator pembangunan urusan kesehatan, dimana pada tahun 2017 menunjukkan angka 5,3 per 1000 kelahiran hidup.Angka kematian 5,3 per 1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita sebesar 5,5 per 1000 kelahiran hidup. Selain itu, pembangunan sarana pelayanan seperti Puskesmas juga dilakukan di sejumlah kecamatan hingga saat ini. Terutama yang sebentar lagi akan difungsikan yakni Puskesmas Merlung yang pembangunannya terus dilanjutkan.

Ke depan Puskesmas di Kecamatan Merlung ini akan menjadi rumah sakit tipe D yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah ulu.
Di sektor pendidikan, angka partisipasi kasar jenjang pendidikan SD/MI pada tahun 2017 lalu sebesar 115,71 persen, angka partisipasi murni sebesar 88,63 persen. Pada jenjang pendidikan SMP angka partisipasi kasar sebesar 95,15 persen dan angka partisipasi murni 66,93 persen. Untuk angka melek huruf Kabupaten Tanjung Jabung Barat 81,96 persen.

Setiap tahunnya pemerintah kabupaten juga melakukan penambahan ruang kelas baru dan rehabilitasi ruang kelas baru, dan di tahun 2017 sebanyak 6 unit SD ditambah ruang kelas baru hal ini juga dilakukan untuk SMP.

Ruang kelas yang direhabilitasi sedang untuk SD 16 unit dan SMP 4 unit. Ruang kelas yang direhabilitasi berat untuk SD sebanyak 90 unit.
Pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tidak hanya mengandalkan APBD kabupaten saja, namun pemerintah kabupaten juga berupaya melobi pemerintah pusat. Seperti yang dilakukan Bupati DR H Ir Safrial Ms baru-baru saat bertemu presiden.

Saat bupati menyampaikan beberapa program pembangunan yang butuh bantuan dari pemerintah pusat yakni yang pertama meminta percepatan pembuatan Pangkalan TNI AL (Lanal), kemudian untuk pelabuhan Roro, minta rute Tungkal langsung ke Batam dan jalan rigid beton ke Roro, terakhir percepatan pembuatan pelabuhan ekspor impor.

Seperti yang sering disampaikan Bupati Safrial di berbagai kesempatan, dirinya memiliki visi jauh ke depan untuk kemajuan Tanjung Jabung Barat, dengan adanya Lanal akan menjadi terobosan baru mengingat kawasan laut Tanjung Jabung Barat sangat strategis dan memiliki banyak potensi.

Demikian juga untuk pelabuhan Roro dan pelabuhan ekspor impor. Dikatakan Bupati, dibukanya rute Tungkal-Batam langsung akan berdampak bagus untuk perekonomian Tanjung Jabung Barat. Angkutan barang dan orang akan melewati Kuala Tungkal.
Untuk pelabuhan ekspor impor akan menarik semua potensi ekonomi di Provinsi Jambi dan provinsi tetangga masuk ke Tanjung Jabung Barat untuk di ekspor sekaligus mendukung program Presiden Jokowi untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Semoga dengan banyaknya capaian pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menginjak usia ke-53 tahun ini, Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus mampu bersaing dengan daerah lain baik dari segi ekonomi, pendidikan, infrastruktur, budaya dan bidang-bidang lainnya. Dirgahayu Kabupaten Tanjung Jabung Barat ke-53. (***)


Penulis: Muammar Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments