Kamis, 16 Agustus 2018

Ribuan Hektare Sawah di Batanghari Terancam Kekeringan


Jumat, 10 Agustus 2018 | 15:28:06 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABULIAN  - Musim kemarau mulai melanda sejumlah wilayah di Jambi, termasuk Kabupaten Batanghari. Ini terlihat dari semakin turunnya debit air sungai Batanghari, yang berdampak pada berkurangnya pasokan air untuk areal persawahan milik warga.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Batanghari, terdapat ribuan hektare lahan sawah petani di empat kecamatan yang beresiko kekeringan.Empat kecamatan tersebut adalah Muara Bulian, Maro Sebo Ilir, Pemayung, dan Muara Tembesi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Batanghari, melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura M Alpian, mengatakan, dari data yang ada terdapat 2.214 hektar lahan sawah petani di empat kecamatan yang beresiko kekeringan.

Alpian menjelaskan, faktor masuknya empat kecamatan itu dalam resiko kekeringan karena benih padi yang ditanam petani setempat baru ditanam dan ada juga yang baru berumur satu bulan. Sementara dalam beberapa pekan terakhir wilayah Batanghari belum turun hujan hingga saat ini.

“Jika dalam dua pekan ini tidak turun hujan, maka kita akan turun kelapangan. Tapi untuk saat ini belum ada lahan sawah yang kekeringan,” kata Alpian, Jumat (10/8).

Alpian menambahkan, benih padi yang beresiko kekeringan itu merupakan enih padi yang ditanam petani pada periode bulan Juli ini. Dimana untuk wilayah Muara Bulian terdapat 612 hektare, Muara Tembesi ada 480 hektare, Maro Sebo Ilir ada 901 hektare, dan Pemayung ada 221 hektare,” jelasnya.

“Kita imbau petani untuk mengatur saluran air yang ada dan waspada. Dan jika ada gejala kekeringan, segera melapor ke kita,” pungkasnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments