Sabtu, 24 Agustus 2019

Pertempuran Kerambik dan Samurai: Awal Penegakan Panji Kemerdekaan di Puncak Andalas (1)


Minggu, 05 Agustus 2018 | 13:34:55 WIB


Foto kerambik yang digunakan saat perang oleh hulubalang Kerinci
Foto kerambik yang digunakan saat perang oleh hulubalang Kerinci / Istimewa/M Ali Surakhman

Oleh : M. Ali Surakhman

JEPANG berhasil merebut Indonesia ketika Amerika Serikat dan Australia di pihak Sekutu dalam keadaan tidak siap. Baik Jenderal Wavell dari Inggris maupun Jenderal Mac Arthur dari Amerika Serikat mengundurkan diri ke Australia.

Dari Australia Sekutu melancarkan serangan balasannya. Tanggal 3 dan 6 Juni 1944 armada Jepang di Pulau Midway dihantam oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Serangan dengan strategi meloncat dari pulau ke pulau dipimpin oleh Mac Arthur. Gaya serangannya kemudian dikenal dengan gaya “Lompat Katak”.

Tanggal 9 Juni 1944, Pulau Saipan jatuh ke tangan Sekutu. Pulau itu mempunyai kedudukan sangat strategis, sehingga dengan jatuhnya pulau tersebut garis pertahanan Jepang di pulau Mariana lalu tembus.

Disusul satu demi satu, pulau-pulau di Indonesia juga jatuh ketangan Sekutu. Karena putusnya jalur hubungan perairan antara Jepang dengan Indonesia, maka tentara Jepang di Indonesia harus mempertahankan diri sendiri tanpa mendapat bantuan dari negeri induknya.

Karena keadaan tersebut, mau tidak mau Jepang harus mempererat hubungannya dengan rakyat Indonesia dan harus memberikan konsesi kepada mereka agar bersedia bahu-membahu bertempur dengan mereka.

Sementara itu di Jepang Jenderal Tojo berhenti sebagai Perdana Menteri dan kedudukannya diganti oleh Jenderal Koiso. Pada tanggal 7 September 1944 Tokyo mengumumkan “Janji Kemerdekaan” bagi Indonesia di kelak kemudian hari yang tanggalnya akan ditentukan lebih lanjut.

Janji kemerdekaan yang diucapkan Perdana Menteri Jepang Jenderal Koiso tersebut di Sumatera Barat dikenal dengan nama “Fajar Kemerdekaan”. Mulai saat itu bendera Merah Putih boleh dikibarkan di samping Bendera Jepang Hinomaru.

Guna menyampaikan penyerahan Kemerdekaan itu, Marsekal Terauchi memanggil Soekarno-Hatta ke Dalat dekat Saigon atau kota Ho Chi Min (Vietnam).

Mr. Abbas sebagai wakil rakyat Sumatera, melalui Singapura telah menghadiri rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Panitia Penyelidik Persiapan Kemerdekaan untuk Sumatera diumumkan tanggal 25 Juli 1945 dengan 24 orang anggota.

Sementara itu pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah pesawat Super-Fotress Amerika Serikat menjatuhkan sebuah bom atom di kota Hirosima, tiga hari kemudian disusul dengan sebuah bom atom lagi di Kota Nagasaki.

Bersamaan dengan itu terjadilah penyerbuan pasukan Rusia terhadap Mancuria setelah menyatakan perang dengan Jepang. Akibat kejadian di atas, maka tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyatakan kalah dengan Sekutu dan Rusia dan menyerah tanpa syarat. Dengan demikian berakhirlah Perang Asia Timur Raya yang dikobarkan Jepang pada tanggal  7 Desember 1941. (***/bersambung)

Sumber :

- Perjuangan Rakyat Kerinci, Alimin Dpt

- Arsip Nasional Korp Veteran RI


Penulis: M. Ali Surakhman
Editor: Herri Novealdi



comments