Selasa, 18 Juni 2019

Satu Keluarga Kompak Lakukan Penipuan, Modusnya Mengaku Sebagai Kapolsek


Kamis, 21 Februari 2019 | 14:59:31 WIB


Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi saat menginterogasi tersangka kasus penipuan yang berhasil ditangkap
Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi saat menginterogasi tersangka kasus penipuan yang berhasil ditangkap / Metrojambi.com

JAMBI - Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi belum lama ini berhasil mengungkap kasus penipuan online, dengan korban berinisial N, warga Jambi. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dimana tiga diantaranya saat ini telah ditahan di Polda Jambi.

Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBP Edi Faryadi mengatakan, lima orang tersangka yang ditetapkan yakni Surya, Arifin Damanik, Ridho, Aditiya, dan seorang perempuan bernama Primadona, yang merupakan warga Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara.

"Tiga orang tersangka merupakan satu keluarga, yakni Arifin Damanik, Primadona, dan Ridho. Statusnya ayah, ibu, dan anak," kata Edi kepada wartawan, Kamis (21/2).

Lebih lanjut Edi mengatakan, saat ini Primadona, Ridho, dan Aditya telah ditahan di Mapolda Jambi. Sementara itu Arifin Damanik dan Surya saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Siborong borong, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

"Arifin dan Surya sudah kita periksa dengan berkoordinasi dengan pihak Lapas. Mereka ini narapidana. Dan statusnya sudah kita tetapkan tersangka," terang Edi.

Adapun modus yang dilakukan tersangka adalah menawarkan lelang mobil kepada korban. Edi juga mengatakan masing-masing tersangka memiliki peran berbeda-beda.

"Tersangka Surya dan Arifin berperan menghubungi korban, yang nomornya dipilih secara acak. Kepada korban tersangka ini mengaku kapolsek yang menawarkan mobil lewat proses lelang," beber Edi.

"Sementara tersangka Ridho berperan mencari rekening bank yang bisa dibeli. Bersama tersangka Primadona, dia (Ridho, red) juga mendistribusikan uang yang ditransfer korban," kata Edi menambahkan.

Sementara itu, untuk korban N telah mentransfer uang sebesar Rp 183 juta. "Korban dijanjikan mobil Mazda," ujar Edi.

Ditanyakan mengenai pembagian uang hasil kejahatan, Edi mengatakan tergantung peran masing-masing tersangka. "Uangnya dibagi sesuai peran," pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments