Selasa, 4 Agustus 2020

Langgar Peraturan Daerah, Pemilik Ternak Disidang


Rabu, 15 Agustus 2018 | 21:47:57 WIB


Pemilik ternak di Kabupaten Tebo saat menjalani persidangan karena melanggar Peraturan Daerah (Perda)
Pemilik ternak di Kabupaten Tebo saat menjalani persidangan karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) / metrojambi.com

MUARATEBO - Empat orang pemilik ternak di Kecamatan Tebo Tengah terpaksa harus menjalani sidang di tempat, Rabu (15/08).  Pasalnya, keempat peternak ini diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tebo Ternak Nomor 8 Tahun 2014.

Pemilik ternak disangkakan melanggar Perda karena membiarkan hewan ternaknya berkeliaran bebas di tempat umum. Kasus itu bermula dari razia Satpol PP Tebo pada Senin (13/8) lalu. Ketika itu, Satpol PP gelar razia penertiban hewan ternak di dalam kota. Alhasil, 4 ekor kambing dan 1 ekor sapi diamankan karena berkeliaran bebas.

Akhirnya, Rabu (15/8), pemilik kambing dan sapi tersebut disidangkan. Keempat pemilik ternak yakni MSR, SYF, SYM, dan MST, disidangkan di halaman Pos Pantau Satpol PP di Pasar Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah.

Sidang ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tebo dengan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Muara Tebo. Hasil sidang, hakim memutuskan masing-masing peternak dikenakan denda sebesar Rp 200 ribu.

“Masing-masing terdakwa dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 200 ribu, atau kurungan 7 hari bila tidak membayar denda,” kata Taufik Khaldy, Kasat Pol PP Tebo usai mengikuti sidang.

Dijelaskan Taufik, sidang yang digelar adalah sidang Tindak Pidana Ringan (Tepiring). Sidang ini dilakukan dalam rangka penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2014, tentang Penertiban Ternak.

“(Sidang) ini juga bertujuan untuk memberikan pembelajaran pada masyarakat tentang penanggulangan ternak agar tidak lagi mengganggu ketertiban umum dan dapat dikandangkan,” ujar Taufik.

Ditambahkan Taufik, sidang tersebut juga sebagai bentuk sosialisasi pihaknya kepada masyarakat tentang Perda ternak. “Kegiatan ini akan kita laksanakan secara periodik agar masyarakat mengetahui bahwa, pembiaran dan melepaskan ternak dapat merugikan dan mengganggu ketertiban umum,” tegasnya.

Sebelumnya, Satpol PP Tebo telah mengeluarkan surat edaran tentang hewan ternak harus dikandangkan. Surat edaran itu ditembuskan ke Kecamatan hingga desa setempat yang nanti disampaikan ke warganya.

Namun, surat edaran tersebut seperti tidak digubris. Pasalnya, masih tampak gerombolan hewan ternak yang berkeliaran bebas di tempat-tempat umum. Hal itu yang membuat Satpol PP Tebo harus bertindak tegas.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments