Jumat, 27 Januari 2023

Perda HO Tanjabtim Tidak Dihapuskan

Selasa, 22 Agustus 2017 | 14:40:32 WIB


ilustrasi
ilustrasi / Istimewa

MUARASABAK - Terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri terkait larangan pemerintah daerah tidak dibolehkan memungut Izin Gangguan (HO), tidak berarti Perda HO di Kabupaten Tanjabtim dihapuskan.

Peraturan menteri yang melarang memungut HO ini sendiri, membuat Tanjabtim harus kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1 miliar lebih. Nilai tersebut merupakan jumlah yang cukup fantastis bagi APBD Tanjabtim.

Sekretaris Daerah Tanjabtim Sudirman mengatakan, hilangnya PAD disektor HO yang mencapai Rp 1 miliar lebih membuat pemerintah daerah harus mencari alternatif lain sebagai sumber PAD baru.

"Pemda harus mencari alternatif lain paling tidak bisa menutupi kehilangan PAD HO tersebut," ujar Sudirman usai menghadiri paripurna DPRD Tanjabtim, Selasa (22/8).Dikatakannya, permasalahan ini hingga kini masih menjadi dilematis. Karena Izin Gangguan (HO) lahir karena perintah undang-undang.

Kemudian undang-undang tersebut ditindaklanjuti dengan peraturan daerah (Perda). Tapi yang terjadi HO tidak bisa dipungut berdasarkan peraturan menteri dalam negeri.

"Mestinya harus dibatalkan undang-undangnya dulu. Tapi yang terjadi saat ini begitu muncul peraturan menteri dalam negeri, langsung melarang Pemda tidak boleh memungut HO," jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah Tanjabtim tidak mencabut Perda yang telah dibuat. "Dengan artian Perda tidak dihapuskan, tapi Pemda tidak memungut," katanya.

Sementara itu, Kabid Pendapatan DPKAD Tanjabtim Inossanto Sudigdo mengatakan,  sumber PAD baru yang tengah diajukan yaitu retribusi tower Telkom yang mana penanggungjawabnya Dinas Pekerjaan Umum.

Selain itu, retribusi Uji Lep Limbah Cair yang selama ini dikelola perusahaan perkebunan, sebagai penanggungjawab Dinas Lingkungan Hidup. Selanjutnya retribusi tera, tera ulang atau timbangan yang dikelola Dinas Perindag.

"Inilah potensi PAD yang tengah kita perjuangkan. Namun dari tiga potensi ini belum bisa menyamai pendapatan dari PAD HO yang hilang," lanjutnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments