Jumat, 27 Januari 2023

Penyaluran Kredit Perbankan Capai 32 Triliun

Senin, 28 Agustus 2017 | 10:50:07 WIB


Kepala Kantor OJK Provinsi Jambi, Darwisman
Kepala Kantor OJK Provinsi Jambi, Darwisman / flickr

JAMBI- Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Jambi hingga Juni 2017 mencapai Rp 32 triliun. Penyaluran kredit ke sektor rumah tangga untuk kepemilikan peralatan rumah tangga yang masuk ke sektor konsumtif paling besar, yakni Rp 9,6 triliun.

Kepala Kantor OJK Provinsi Jambi Darwisman mengatakan,  sampai akhir semester 1 2017 ini, kinerja perbankan terus menunjukan perkembangan yang positif.

"Kinerja perbankan sangat positif, bahkan total asset perbankan baik bank umum maupun BPR sudah mencapai Rp 40,8 triliun. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu asset perbankan tumbuh 5,03 persen," jelasnya.

Penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 32,09 triliun dan  penyaluran kredit jika dibandingkan dengan Juni 2015 tahun lalu tumbuh 3,7 persen.

Dikatakan Darwisman, dana masyarakat yang dihimpun dalam bentuk giro tabungan dan deposito diangka Rp 29,87 triliun. Kenaikannya lebih tinggi yakni 21,08 persen.

"Dari data tersebut menunjukan bahwa kinerja perbankan di Jambi tumbuh, namun tidak setinggi  tahun sebelumnya, " katanya.

Dari Desember 2016 sampai Juni 2017, data OJK Provinsi Jambi menunjukkan pertumbuhan asset sebesar 5,07 persen, kredit sebesar 2,9 persen dan DPK sebesar 11,5 persen. Sampai dengan akhir tahun nanti diharapkan kinerja perbankan tumbuh 9 persen.

"Untuk itu kami akan terus memantau pertumbuhan kredit ini, karena memang kami menyadari kondisi sektor real di masyarakat khususnya sektor unggulan belum sepenuhnya stabil dan pulih. Melihat kondisi sektor real seperti ini masih membuat sektor perbankan cukup berhati-hati dalam penyaluran kredit. Kami yakin di semester kedua mudah mudahan target kredit ini bisa meningkat," harapnya.

Dari total penyaluran kredit sebesar Rp 32 triliun, sumbangsih kredit dari bank umum sebesar Rp 31,4 triliun dan BPR sebanyak Rp 32 miliar.
Dan jumlah kredit bank umum sebesar Rp 31,4 triliun tersebut, sebesar Rp 9,6 triliun dana kredit dialirkan ke sektor rumah tangga unutk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya.

Untuk sektor konsumsi rumah tangga lainnya, penyaluran kredit di sektor rumah tangga untuk pemilikan rumah tinggal sebesar Rp 3,5 triliun. Di sektor rumah tangga pemilikan flat dan apartemen sebesar Rp 26 miliar, untuk pemilikan kendaraan bermotor sebesar Rp 171 miliar.

Darwisman menyebutkan, sektor selanjutnya kredit untuk perdagangan besar dan eceran masih cukup besar.  Mengisi urutan kedua penyaluran kredit dana sebesar Rp 7,1 triliun disalurkan untuk perdagangan besar dan eceran.

Diurutan ketiga, sektor pertanian, perburuan dan kehutanan mendapatkan kucuran dan kredit sebesar Rp 5,6 triliun dan diurutan keempat sektor konsumtif rumah tangga untuk pemilikan rumah tinggal sebesar Rp  3,5 triliun.

Ia menambahkan, dari data tersebut terlihat saat ini jika sektor-sektor real di Jambi menjadi sektor unggulan membaik tentu akan memberikan pengaruh untuk penyaluran kredit di sektor pertambangan dan penggalian, kontruksi, perikanan, rumah tangga dan kegiatan yang belum jelas batasannya.

Sementara itu melihat NPL atau kredit macet bank umum  hingga kini masih dibatas aman, yakni berada pada angka 2,75 persen masih di bawah batas yang ditetapkan yakni 5%.  Sebaliknya, NPL BPR hingga saat ini masih di atas batas yang ditetapkan yakni diatas 5 persen.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments