Rabu, 21 Agustus 2019

Menjadi Indonesia (Hari Kemerdekaan)


Sabtu, 18 Agustus 2018 | 18:57:24 WIB


Nafri Dwi Boy
Nafri Dwi Boy / Istimewa

Karya: Nafri Dwi Boy*

Menjadi Indonesia, pagi hari menjelang matahari terbit

Cahaya membawa wajah merdeka dari balik perbukitan tua

Di setiap sudut bangsa pertengahan Agustus selaksa peristiwa

Pawai mobil-mobil hias memamerkan kemeriahan

Dari knalpot dan asap yang mengepul tinggi, tercium aroma tanah

Dari para penonton berbaju sampah berwajah tanah

Perayaan upacara di tengah lapangan tua

Bekas rumput-rumput dipaksa menemu ajal

Belukar tempat primata menetap, terbakar pada satu hari kemerdekaan

Barisan peserta terhambur rapi pada garis lurus semu

Stelan baju batik tampak masih baru

Meski beberapa di antara mereka masih mencicil

Di sebelah mimbar, dekat pembina upacara

Beberapa ayah Indonesia dengan pakaian kuning lusuh

Menghapus air mata yang tiba-tiba jatuh tanpa sebab.

Mobil-mobil hias terparkir rapi, di sebelah barisan yang juga rapi

Kemeriahan gempita hanya untuk orang-orang merdeka

Bebas dan lepas dari seluruh persoalan.

Menjadi Indonesia, pada bulan Agustus hari ke tujuh belas

Kemudian saat matahari terbenam dan hari berganti

Orang-orang sibuk menusuk bangsa sendiri.

Indonesia, 17 Agustus 2018

*) Penulis adalah mahasiswa Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unja. Komunitas Gemulun Indonesia


Penulis:
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments