Sabtu, 18 September 2021

Berkurban Tak Perlu Menunggu Kaya

Fasha : Yang Penting Keikhlasannya

Rabu, 22 Agustus 2018 | 18:38:02 WIB


Walikota Jambi Sy Fasha memberikan sambutan
Walikota Jambi Sy Fasha memberikan sambutan / istimewa

JAMBI- Walikota Jambi beserta jajaran dan Forkopimda melaksanakan Shalat Idul Adha di lapangan kantor Walikota Jambi, Rabu (22/8).
Bertindak sebagai bertindak sebagai Imam adalah Muhammad Rifki Al Hafizh dan Khatibnya Prof DR.H.Ahmad Syukri Saleh,MA.

Disampaikan Walikota Jambi Syarif Fasha bahwa untuk melaksanakan kurban, seseorang tidak harus menunggu untuk kaya dan memiliki banyak uang. Sebab yang terpenting dalam pelaksanaan kurban pada hari raya Idul Adha adanya keikhlasan.

“Saya mendengar dari seorang pedagang hewan kurban yang mengatakan bahwa untuk mulai berkurban tidak harus menunggu menjadi orang kaya. Kalau mau kurban yang penting ada niat dan kesungguhan. Apa yang bisa kita ambil hikmah dari berkurban adalah keikhlasan dan kepatuhan Nabi Ibraham AS menjalankan perintah Allah dan bakti dan hormat Nabi Ismail kepada orang tuanya. Masih adakah orang yang seperti itu? Paling tidak kita bisa menjadikan pedoman hidup yaitu keikhlasan,” bebernya.

Saat ini, Pemkot Jambi berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 104 sapi dan 6 kambing.

Kedepan, ditargetkan jumlah hewan kurban akan meningkat. Sebab, Pemkot akan memberlakukan arisan kurban bagi setiap ASN yang ada di Kota Jambi. “Saya sudah menaikkan tunjangan TPP dan lainnya. Nanti juga akan ada penilaian sesuai dengan beban kerja sehingga akan ada kenaikan tunjangan lagi. Jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut kurban. Mulai bulan depan saya sudah instruksikan kepada kepala OPD untuk memulai arisan kurban bagi asn Pemkot Jambi,”ujarnya,

Fasha percaya dengan adanya arisan kurban ini, maka akan semakin banyak jumlah hewan kurban yang bisa disediakan. “Ada 7000 an ASN di Kota Jambi. Jika 1 orang saja bisa ikut kurban, maka akan ada sekitar 1000 sapi yang bisa disediakan melalui Pemkot Jambi yang bisa disebar ke 100ribu KK,”bebernya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Herri Novealdi



comments