Rabu, 22 September 2021

Aneh, Nama Terdata Tapi Tak Terima Bantuan PKH

Senin, 10 September 2018 | 11:10:21 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABULIAN - Penentuan warga yang layak menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Batanghari diduga ada permainan. Pasalnya, ada warga yang tidak mendapatkan bantuan PKH meski namanya tercatat di daftar peneriman aktif dari kementrian sosial.

Maryulis (30), warga Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari mengatakan, beberapa tahun lalu ia sempat mendapatkan bantuan PKH. Namun kini bantuan tersebut terhenti tanpa ada alasan yang jelas.

"Sebelumnya saya pernah dapat bantuan tersebut selama dua tahun dan terakhir pada tahun 2016. Kemudian diputus (dicoret) oleh pendamping PKH tanpa sebab. Kalau kata pendamping PKH alasannya saya sudah kayo (kaya, red)," kata Maryulis, Minggu (9/9).

Menurut Maryulis, alasan pendamping PKH tersebut tidak masuk akal. Pasalnya dirinya masih termasuk keluarga tidak mampu dan masih menerima bantuan lainnya dari pemerintah daerah seperti Rastra, dan KIS. Suaminya pun bekerja sebagai buruh bangunan, dan memiliki empat orang anak yang tengah bersekolah.

Dikatakannya lagi, tidak hanya dirinya yang dicoret dari daftar penerima PKH, namun banyak lagi warga lainnya yang mengalami nasib serupa. Namun yang anehnya, kata Maryulis, setiap ada pencairan dirinya selalu mendapatkan surat pemberitahuan dari kelurahan.

"Yang anehnya setiap ada pencairan PKH kita selalu menerima surat penerima bantuan PKH dari kelurahan. Itu berlangsung hingga tahun ini. Namun meskipun nama masih terdata tetapi uangnya tidak kita terima. Jadi saya sedih kalau setiap menerima surat tersebut," sebutnya.

Dirinya tidak tahu pasti apakah ada permainan dari pihak pendamping PKH tersebut. Namun Maryulis mengaku sebelum sistem non tunai dilakukan di Batanghari.

Lebih lanjut Maryulis mengatakan, dirinya sempat diminta oleh pendamping untuk melengkapi persyaratan rekening dengan menyerahkan fotocopy KTP dan kartu keluarga kepada pendamping.

"Sudah data dikasih tu sayo dicoret, dak taulah rekening tu jadi dibuat apo idak, yang jelas tiap bulan namo sayo selalu ado tapi sayo dak nerimo duitnyo," Jelasnya.

Sementara itu Kepala Koordinator pendamping PKH Batanghati M Yusuf, saat dikonfirmasi melalui sambunagan telpon selulernya terkait hal tersebut ada tiga kemungkinan. Salah satunya  penerima sudah tidak lagi memenuhi syarat penerimaan, kemudian buku serta kartu berada di pendamping dan tidak diserahkan.

"Namun jika nama penerima PKH tadi masih dikeluarkan oleh rilis kementerian, artinya penerima tersebut masih terdaftar. Namun untuk memastikan tersebut saya perlu nomor KTP penerima bersangkutan untuk memastikan apakah penerima tersebut namaya masih aktif atau tidak," ujarnya.

Dirinya juga akan melakukan pengecekan melalui NIK, juga apakah nama penerima tersebut itu masih aktif. "Namun dengan kasus ini ada dugaan ada permainan oknum pendamping PKH, namun kita tidak bisa memvonis sebelum ada bukti. Kita akan telusuri terlebih dahulu," kata Yusuf.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments