Rabu, 19 Juni 2019

Nirmala


Rabu, 12 September 2018 | 16:16:12 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

Nirmala tidak bernapas, di atas bukit, tumpukan sampah menjulang tinggi. Tubuhnya berselimut rongsokan limbah tak berguna. Jantungnya berhenti, urat nadi putus, kulit melepuh, wajah, bibir, sekujur tubuh pucat. Nirmala mati disiksa hidup, ber-alas kebencian, dendam, amarah pada mereka. Narapidana tanpa hukuman, menjarah, merampas hak hidup wanita tak berdaya. Mengabaikan toleransi sesama jiwa, merenggut hak asasi luhur. Sementara saat jasadnya membusuk di pucuk bukit sampah. Orang-orang melihatnya tergusur alat berat, tanpa ada kalimat duka dan air mata.

Jambi, 30 Mei 2018
Mahasiswa PBSI FKIP UNJA
Komunitas Gemulun Indonesia


Penulis: Nafri Dwi Boy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments