Minggu, 15 September 2019

DPRD Sarolangun Gelar Paripurna KUPA-PPAS APBD Perubahan Tahun 2018


Selasa, 11 September 2018 | 10:55:26 WIB


/ Kolase metrojambi.com

SAROLANGUN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sarolangun, Senin (10/9), menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar Rencana Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Palafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2018.

Rapat paripurna langsung dipimpin Ketua DPRD Sarolangun H. Muhammad Syaihu, didampingi dua wakil pimpinan Amir Mahmud dan Hapis Hasbiallah, serta dihadiri oleh anggota DPRD Sarolangun. Dari pihak eksekutif hadir Bupati Sarolangun H. Cek Endra, Wakil Bupati H. Hilalatil Badri, Sekretaris Daerah H. Thabroni Rozali, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Nota pengantar KUPA-PPAS APBD Perubahan Kabupaten Sarolangun tahun anggaran 2018 dibacakan Bupati Sarolangun H Cek Endra. Dalam pidato penyampaian tersebut, Bupati Sarolangun mengatakan dalam KUPA-PPAS ini merujuk kepada Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tetang Pengelolaan Keungan Daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagai mana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2011.

Kemudian secara teknisya dikeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2018.

“Maka pemerintah daerah bersama dengan DPRD dapat melakukan perubahan APBD. Apa bila terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseraan anggaran antara unit organisasi, antara kegiatan dan antar jenis belanja serta keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelunya harus digunakan tahun berjalan,” kata Cek Endra.

Dikatakannya lagi, berdasarkan evaluasi progres capaian pembangunan terlihat bahwa dalam pelaksanaan APBD tahun 2018 telah terjadi perubahan-perubahan asumsi dasar pada kebijakan umum anggaran Kabupaten Sarolangun. Salah satunya, terjadinya eskalasi terhadap estimasi target penerimaan yang telah ditetapkan dalam APBD murni 2018, terutama pada sisa pendapatan dimana semula pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp 1,17 trilun lebih,dan setelah perubahan menjadi Rp 1,20 triliun lebih.

“Dengan demikian terjadi penambahan sebesar Rp 37,23 .iliar lebih atau 3,18 persen,” kata Cek Endra.

Adapun pos-pos yang mengalami perubahan adalah, PAD semula Rp 99,78 miliar lebih meningkat menjadi Rp 136,11 miliar lebih, atau terjadi peningkatan sebesar Rp 36,33 miliar lebih. Dana perimbangan semula ditetapkan Rp 866,56 miliar lebih mejadi Rp 866,61 miliar lebih, atau terjadi peningkatan sebesar Rp 52,89 juta lebih. Lain-lain pendapatan daerah yang sah semula ditetapkan Rp 206,11 Milyar lebih menjadi Rp 206,96 miliar lebih, meningkat menjadi Rp 850,23 juta lebih.

“Kami harapkan kiranya rencana KUPA-PPAS APBD Perubahan dapat segera dibahas dan disepakati bersama antara pimpinan dan anggota DPRD Sarolangun dengan kepala daerah dan tim anggaran pemerintah daerah yang akan dituangkan dalam nota kesepakatan,yang nanti akan dijadikan sebagai pedoman dalam penyusunan rencanan peraturanan daerah tentang APBD perubahan tahun anggaran 2018,” ujar Cek Endra.

Setelah penyampaian pidato dan penyerahan nota pengatar KUPA-PPAS APBD Perubahan Kabupaten Sarolangun tahun 2018 oleh Bupati Sarolangun Cek Endra kepada Ketua DPRD Muhammad Syaihu, yang akan dibahas secara bersama antara eksekutif dan legislatif.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments