Senin, 16 September 2019

Ritual Peradaban Perunggu yang Tersisa di Bumi Seribu Syair (2)


Senin, 24 September 2018 | 16:25:26 WIB


Persiapan Upacara Asyeik, di Kerinci pada tahun 1914,
Persiapan Upacara Asyeik, di Kerinci pada tahun 1914, / sumber foto : Tropens Museum, The Netherlands

Penulis: M. Ali Surakhman
HUBUNGAN tradisi lisan dalam ritual Asyeik di Kerinci di mulai saat pertebaran bangsa Austronesia (MelayuTua) yang berlangsung pada zaman Prahistoria antara (10.000-2.000) tahun SM dengan ditemukan alat-alat Neolitikum. Alat-alat prahistoria yang sangat tua dan unik itu salah satunya ditemukan di dataran tinggi daerah Kerinci. Khusus mengenai alat serpihan obsidian, daerah Kerinci disebut menjadi inti dari kebudayaan alat serpih (flakes culture) termasuk dalam zaman Mesolitikum. Peninggalan bersejarah dari masa prahistoria di Kerinci sejenis menhir batu, keadaannya sangat unik berbentuk silindrik dengan posisi tergeletak di permukaan tanah.

Posisi semacam ini belum pernah ditemukan pada daerah  lainnya di Indonesia, keadaan silindrik di Kerinci merupakan penyimpangan dari tradisi umum megalitik di Indonesia. Batu silindrik yang ada di Kerinci saat sekarang sebanyak tujuh buah, bermotifkan relief manusia kangkang, matahari, lingkaran aura dan sebagainya. Ada yang polos tanpa motif, secara kronologis  berasal dari masa 12.000 tahun SM. Motif
ini berhubungan erat dengan bentuk tarian dan alat yang di gunakan pada upacara ritual “Asyeik”.

Benda-benda yang berasal dari zaman perunggu yang ditemukan di daerah Kerinci yaitu gelang, giring-giring, cakram, nekara dan sebuah bejana. Nekara perunggu Kerinci termasuk dalam kelompok Heger –1, menunjukan persamaan dengan temuan di Dongson dan Phom Penh. Sedangkan bejana perunggu memiliki motif persamaan dengan seni hias yang terdapat pada bangunan tradisional Kerinci, serta pada bangunan ibadah lainnya.  Benda-benda  perunggu ini dikatakan sebagai peninggalan zaman Paleometalik berasal dari 1.000-500 tahun SM.
Temuan tertua lain di daerah Kerinci berupa keramik kuno yang berasal dari masa pemerintahan Dinasti Han di Cina (Tahun 202 SM-221 Masehi).

Penulis: M Ali Surakhman
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments