Sabtu, 15 Desember 2018

Kandasnya Revitalisasi Kesultanan Jambi (Bagian 3)


Jumat, 05 Oktober 2018 | 14:34:46 WIB


/

Oleh: Ratna Dewi 1

“Dalam pokok Anak Jantan Turun Ke Jantan,
Kaum perempuan tak dapat kesempatan”
(rd)

Nasab

Setelah menghadap Gubernur Jambi pada September 2010, tim 6 mengumpulkan para cucu dan cicit keturunan Sultan Thaha Saifuddin yang masih hidup. Pertemuan sempat terjadi sebanyak 4 (empat) kali di kediaman RM.Yusuf Kertapati dan Sulaiman Hasan. Yang terbanyak dihadiri sekitar 200 dari kurang lebih 1000 orang keturunan Thaha.

Musyawarah untuk menunjuk Sultan Jambi yang baru, dilakukan dengan berpedoman pada beberapa prinsip: Pertama, silsilah Sultan Thaha Saifuddin, bahwa Sultan Jambi harus memiliki garis darah yang paling dekat dengan Thaha.

Menelusuri silsilah ini agak rumit, karena selama hidupnya, Thaha memiliki 9 istri, yang 4 diantaranya tidak memberikannya keturunan. Kedua, anak jantan turun ke jantan, bahwa hak kesultanan turun menurut garis anak laki-laki. Ketiga, musyawarah kerapatan adat, bahwa sultan Jambi haruslah ia yang disepakati dan diajukan sebagai hasil musyawarah kerapatan adat yang terdiri dari seluruh keturunan keluarga Thaha, para tokoh adat dan tokoh masyarakat Jambi.

Kurang dari satu bulan setelahnya, tim ini menghadap kembali gubernur Jambi, HBA, dengan membawa bahan-bahan hasil rembuk dan silsilah Sultan Thaha Saifuddin disertai satu nama yang telah disepakati oleh keluarga, yaitu Raden Mas Yusuf Kertapati.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments