Sabtu, 15 Desember 2018

HKK Ingin Ada Rute Penerbangan Sumbar-Kerinci


Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:46:41 WIB


/ metrojambi.com

KERINCI - Banyaknya permintaan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh untuk pembukaan rute penerbangan Sumatera Barat (Sumbar)-Kerinci, membuat Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) di Sumatera Barat melayangkan surat kepada Gubernur Sumatera Barat terkait dengan pembukaan rute penerbangan Sumbar ke Kerinci.  

Ketua Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) Sumbar, Tafyani Kasim dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur Sumbar terkait dengan rute penerbangan Sumbar-Kerinci.

Ia mengatakan terkait dengan surat tersebut, Gubernur Sumatera Barat menyambut baik dan sangat mendukung atas permintaan HKK. Bahkan Pemerintah Provinsi Sumbar juga telah menyurati Kementerian Perhubungan RI.

"Iya benar kita telah melayangkan surat kepada Gubernur Sumbar pada 28 Mei 2018 yang lalu, menindaklanjuti itu, Pemprov Sumbar juga telah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan RI, sekarang kita tinggal menunggu, surat itu turun," sebutnya.

Menurut Tafyani, selain untuk mempermudah akses menuju Kerinci,  pembukaan rute ini juga akan membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kerinci, karena bandara Minang Kabau merupakan bandara internasional dan banyak wisatawan mancanegara mendarat di sana.

"Kota Padang merupakan outlet masyarakat Kerinci sebagian besar masyarakat banyak yang kuliah/sekolah di padang dan juga dari sektor pelayanan kesehatan sebagian besar masyarakat Kerinci dirujuk ke Padang," jelasnya.

Dengan adanya wacana ini, dia berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mendukung usulan pembukaan rute penerbangan Sumbar ke Kerinci ini.

"Kita minta dua kepala pemerintah ini mendukung, karena ini nantinya akan memberi dampak positif untuk Kerinci, selain memudahkan transportasi bagi masyarakat, juga akan meningkatkan kunjungan wisata ke Kerinci, yang pada muaranya akan meningkatkan PAD dan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Herri Novealdi



comments