Sabtu, 15 Desember 2018

Retribusi Rumah Walet Baru 30 Persen


Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:10:36 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARASABAK-Berbagai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan. Seperti halnya penarikan retribusi rumah walet yang selama ini masih membandel dan enggan membayar retribusi. 

Kabid Pendapatan Asli Daerah Dinas BKD Tanjabtim, Inos mengatakan, terkait penarikan retribusi rumah walet dalam waktu dekat pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kejaksaan.

"Dalam waktu dekat kita akan turun langsung," katanya.

Dikatakannya, hingga saat ini per bulan Agustus PAD walet baru sebesar 30 persen dengan target 100 persen. Padahal upaya sosialisasi terus menerus dilakukan. Tetapi hasilnya masih belum maksimal.

"Tidak besar yang harus dibayarkan yaitu 5 persen dari hasil panen," ujarnya.

Dikatakannya ada beberapa kendala yang sering dihadapi saat penarikan retribusi dilapangan yaitu pemilik mengatakan bahwa usaha rumah walet belum menghasilkan. Bahkan ada pula yang mengatakan pemilik tidak berada di Tanjabtim.

"Berbagai alasan lah. Dari rumah walet itu kosong, pemilik tidak berada di Tanjabtim dan belum menghasilkan," bebernya.

Untuk itu, pihaknya bersama dengan kejaksaan langsung akan menyisir dan mendata siapa pemilik sebenarnya. Mengapa demikian menurutnya, potensi retribusi rumah walet di Tanjabtim cukup potensial mendongkrak PAD. Karena sejauh ini tercatat ribuan rumah walet namun hanya sebagian kecil yang ingin membayar retribusi. "Ini upaya kita. Agar masyarakat sadar soal pentingnya pembayaran retribusi," tandasnya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments