Sabtu, 30 Mei 2020

Siswa SD IT Baiturrahim Wajib Khatam Juz Amma


Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:16:28 WIB


Sekretaris Yayasan Baiturrahim Jambi, M. Rivai
Sekretaris Yayasan Baiturrahim Jambi, M. Rivai / Jainal Abidin

JAMBI- Sebelum menyelesaikan pendidikan di bangku Sekolah Dasar (SD), siswa Kelas VI SD Islam Terpadu (IT) Baiturrahim Kota Jambi diwajibkan menyelesaikan hapalan Al Quran, terutama Ayat 30 atau Juz Amma sebagai syarat kelulusan menyelesaikan studi pendidikan.

Hal ini diharuskan dan menjadi program sekolah karena menjadi dasar pendidikan anak dalam menuntut ilmu agama, dan salah satu sekolah berbasis terpadu. Ini diungkapkan Sekretaris Yayasan Baiturrahim Jambi, M. Rivai, Senin (15/10)."Sebelum lulus, anak- anak harus khatam Juz Amma," ujarnya.

Terlebih menurutnya baru- baru ini, sesuai arahan Kemdikbud melalui Disduk Kota Jambi, pelajar SD terutama yang beragama muslim harus mampu menghapal ayat- ayat pendek dalam Juz Amma yang terdapat di Al Quran.

"Bekal pendidikan karakter beragama," imbuhnya.Namun pihaknya telah lama menerapkan arahan tersebut, dan tahun ini sekolah tidak mengharuskan Kelas VI yang mengikuti khatam Juz Amma, tetapi kelas lain yang sudah mampu mengikuti dipersilahkan untuk mengikuti dan akan diwisuda berbarengan yang sudah di Kelas VI.

"Dan tahun ini siswa kelas IV dan kelas V ada juga yang ikut khatam," paparnya.

Dikatakan Rivai, siswanya diberikan kesempatan untuk menghapal surah-surah pendek dalam al Quran, dengan pendampingan guru di kelas saat mengikuti mata pelajaran dan ditambah pendampingan orangtua di rumah untuk membimbing anaknya menghapal.

"Sampai anak menyelesaikan hapalan juz amma nya," imbuhnya.

Selanjutnya ia berharap hal ini menjadi motivasi siswa lain yang saat ini belum menghapal untuk ke depan, sebisa mungkin siswa mulai Kelas I sudah mulai menguyur menghapal, sehingga kewajiban siswa dalam menghapal tidak lagi keharusan, tetapi kebutuhan yang digunakan sepanjang usia.

" Ketika melakukan salat atau bacaan doa," tandasnya.


Penulis: Jainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments