Jumat, 29 Mei 2020

Lewat Vidcon, Road Show Pendidikan Politik Kopipede Diikuti 42 Perguruan Tinggi


Selasa, 16 Oktober 2018 | 22:06:09 WIB


Kopipede saat menggelar road show pendidikan politik di Fakultas Hukum Unja
Kopipede saat menggelar road show pendidikan politik di Fakultas Hukum Unja / metrojambi.com

JAMBI – Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (Kopipede) Provinsi Jambi, Selasa (16/10), kembali menggelar road show pendidikan politik. Kali ini, Kopipede menggelar road show pendidikan politik di Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja).

Berbeda dari sebelum-sebelumnya, kegiatan road show pendidikan politik kali ini diselenggarakan dengan konsep Diskusi Nasional Kepemiluan. Mengangkat tema “Mahasiswa Cerdas, Pemilu Berkualitas” tersebut menghadirkan dua orang narasumber tingkat nasional.

Kedua narasumber tersebut yakni, Sekjen Komite Independent Pemantau Pemilu (KIPP) RI Kaka Suminta, dan Ketua Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (KPPD) RI Luhut Parlinggoman Siahaan. Selain Kaka Suminta dan Luhit Parlinggoman Siahaan, juga dihadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi.

Sementara itu, peserta diskusi selain mahasiswa Fakutas Hukum Unja juga bergabung mahasiswa dari 42 Perguruan Tinggi se-Indonesia melalui fasilitas video conference (vicon). Acara dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Unja Dr. Helmi, SH, MH.

Dalam sambutannya, Helmi mengatakan bahwa pendidikan politik sangat penting bagi masyarakat, khususnya mahasiswa. Ia juga menyebutkan jika Pemilu merupakan sarana bagi kita untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat.

“Memang hanya sekitar tiga menit kita berada di bilik suara, tapi imbasnya untuk lima tahun ke depan. Bila kita selektif dan mampu mempelajari track record caleg, maka akan terpilih anggota-anggota legislative yang berkualitas,” ujar Helmi.
 
Ketua Kopipede Provinsi Jambi Mochammad Farisi, LL.M. yang juga dosen Fakultas Hukum Unja dalam sambutannya menyampaikan, masyarakat (mahasiswa) adalah hulu dari pesta demokrasi 2019 nanti. Sementara presiden, anggota DPR, DPD, maupun DPRD hanyalah hilir atau produk dari pemilu.

“Jadi sesungguhnya yang harus dicerdaskan adalah para pemilihnya. Mahasiswa sebagai kaum intelektual punya tanggung jawab lebih untuk menjadi pemilih yang cerdas, sekaligus menjadi agen-agen atau pejuang demokrasi yang terus terjun mengedukasi masyarakat untuk menolak politik uang dan mempelajari rekam jejak para caleg,” kata Farisi.

Lebih lanjut Farisi mengatakan, selanjutnya kegiatan road show pendidikan politik tersebut akan digelar di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unja. Kemudian di STIE Muhammadiyah dan Universitas Batanghari (Unbari).

“Tak lupa saya mengucapkan terima kasih pada teman-teman media yang telah mensupport dan menjadi media partner dalam acara ini. Mari sama-sama kita ciptakan Pemilu Serentak 2019 yang aman, sejuk, dan damai,” pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments