Rabu, 5 Agustus 2020

Puluhan Anak di Merangin Putus Sekolah


Jumat, 19 Oktober 2018 | 21:09:48 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

BANGKO - Meski pemerintah sudah menggratiskan biaya pendidikan selama 12 tahun, namun di Kabupaten Merangin masih terdapat anak putus sekolah.

Pada tahun 2017 lalu jumlah anak yang usia sekolah namun tidak sekolah seperti layaknya anak seusianya ada 68 orang. Anak tersebut menyebar di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Merangin.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin M Zubir ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Anak-anak tersebut berpendidikan SD dan SMP sederajat. Tingkat SD ada 21 orang dan tingkat SMP ada 47 orang," ujar Zubir, Jumat (19/10).

Menurut dia, sebenarnya angka itu tidak begitu mencolok, sebab dari jumlah siswa tak sampai 1 persen. Untuk SD, jumlah siswa sebanyak 45.518 orang dengan putus sekolah 21 orang. Artinya hanya sekitar 0,05 persen.

Sementara untuk tingkat SMP, dari 20.661 siswa dengan jumlah putus sekolah sebanyak 47 orang, artinya ada 0,23 persen. "Jumlah yang putus sekolah ini kecil. Tidak sampai satu persen," imbuhnya.

Sedangkan untuk SMA, pihaknya tidak mempunyai data real, sebab SMA sederajat sudah diambil alih oleh pemerintah provinsi.  Untuk mengentaskan angka putus sekolah di Merangin, Zubir mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya agar persoalan tersebut bisa terselesaikan.

"Kita punya program paket, A untuk SD sederajat, B untuk untuk SMP dan untuk SMA ada paket C. Di sana kita akan mengentaskan persoalan ini hingga nantinya tak ada lagi persoalan anak putus sekolah," katanya.

Zubir menyebutkan, banyak penyebab terjadinya anak putus sekolah, namun yang paling berperan itu adalah faktor ekonomi, lingkungan dan lain sebagainya. "Mereka tinggal di dusun, mungkin jauh dari sekolah," tukasnya.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments