Rabu, 12 Agustus 2020

Bahan Bangunan Program BSPS Ditolak Warga


Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:46:44 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARABUNGO - Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Bungo, sedang sedang mencanangkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Salah satu yang mendapat bantuan tersebut adalah, Dusun (Desa, red) Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah.

Rio (Kepala Desa) Armiadi mengatakan, Dusun Sungai Mengkuang mendapat bantuan sejumlah 139 unit. Bantuan yang dimaksud semacam bedah rumah.

"Saat ini sudah ada yang dikerjakan, namun ada juga yang masih menunggu material dari pihak pengadaan yang ditentukan dari hasil lelang," ujarnya, Jumat (19/10).

Menurutnya, pengerjaan program BSPS ini ditargetkan selesai dalam 2 bulan. Namun, keterlambatan pengiriman material khususnya batu gunung dikuatirkan akan memperlambat selesainya pengerjaan dari waktu yang ditargetkan.

"Di beberapa rumah memang sudah ada pasir, semen dan batu bata, namun bagaimana mau dikerjakan kalau batu gunung untuk pondasinya belum ada," ungkapnya.

Tak hanya itu, beberapa kusen yang dikirim pihak ketiga tidak sesuai spek alias tidak layak. Sedikitnya 15 kusen dari 3 rumah warga yang mendapat bantuan pun ditolak dan dikembalikan kepada pihak pengadaan bahan bangunan.

"Kemarin ada beberapa kusen yang kita tolak. Ada sekitar 15 kusen yang dikirim pihak pengadaan bahan bangunan itu karena kondisi kosennya tidak layak dan tidak sesuai dalam perjanjian," jelas Armiadi.

Dalam pembahasan sebelumnya, untuk spesifikasi yaitu kusen kelas 2. Pada kenyataanya, yang diterima warga sangatlah tidak sesuai. Bahkan 1 kusen bisa diangkat oleh seorang wanita saja.

Terpisah, pemilik toko yang merupakan pihak pengadaan bahan bangunan yang keluar sebagai pemenang lelang dari Dinas Perkim mengaku tidak mengetahui secara persis kesalahan yang terjadi di lapangan.

"Memang kemarin ada kosen yang ditolak dan kita tarik kembali, tapi sudah kita ganti dengan spek yang sesuai, karena hanya membayar kwitansi dari bahan yang dipesan, kalau untuk teknis di lapangan itu ada fasilitator dari Dinas Perkim," jelas pemilik toko.

Terkait belum datangnya batu gunung untuk pondasi, pemilik toko kembali mengklaim untuk tahap I sudah selesai seluruhnya.
"Terkait bahan yang belum datang, menurut kami untuk pengiriman tahap I sudah selesai semua," klaim pemilik toko.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkim M Zen ketika dikonfirmasi mengatakan akan melakukan penelusuran terkait ditolaknya kayu kusen.

"Saya belum tahu, nanti kita telusuri kalau memang ada kusen yang tidak sesuai spek," ujarnya.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments