Minggu, 16 Juni 2019

Perda RZWP3K Ditargetkan Rampung Juni


Selasa, 19 Maret 2019 | 15:07:01 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) diperkirakan rampung pada Juni mendatang. Ini artinya garis pantai dan laut Jambi bakal memiliki kejelasan, dengan bukti Perda dan Pergub yang akan diterbitkan. Nantinya ini akan seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Setidaknya Jambi boleh berbangga karena di Indonesia hanya ada 17 Provinsi yang sudah memiliki Perda RZWP3K. Jambi termasuk salah satunya apabila program ini selesai pada Juni nanti.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi Tema Wisman menyebutkan kini proses tengah berlangsung. Melengkapi dokumen lengkap RZWP3K untuk nantinya dijadikan Ranperda.

"Sebelum itu kita akan adakan Foccus Group Discussion (FGD) sesuai surat arahan dari Menteri Kelautan dan Perikanan," ujarnya, Selasa (19/3).

Dia mengatakan, setelah proses tersebut rampung dan dokumen dinyatakan lengkap, untuk pengumuman menjelang menjadi Perda sendiri menurut Tema Wisman hanya menunggu satu proses tersisa.

"Menunggu kajian lingkungan hidup strategis selesai, agar bisa (mereka) perdalam," tuturnya.

Namun untuk waktu rampungnya sendiri Tema memperkirakan akan selesai pada Juni 2019 ini. "Juni Insya Allah selesai Perda. Jadi prosesnya Perda dulu, kemudian Pergub baru kita sosialisasi kan pada sektor pertambangan, pelayaran nantinya," tandasnya.

Untuk diketahui, dengan adanya RZWP3K ini maka permaslahan isu lingkungan perhubungan laut akan teratasi. Tema mencontohkan, hal ini terjadi pada kasus pengelolaan laut Jambi yang sebelumnya 48 persen kini dapat lebih banyak dikelola oleh nelayan.

"Saat sudah di Perdakan akan dapat bagian yang lebih untuk nelayan kita, dari pada aktivitas laut yang selama ini mendominasi, khusus yang ini ada keputusan bersama di pusat antara Kemenhub dan Kemenpar," terangnya.

Selebihnya selain diatur tata kelola laut didalam program tersebut, menurut Tema akan tampak pula batas garis pantai yang baru. Seperti pada tahun 2017 yang hanya 211 km, ternyata sekarang bertambah.

"Sekarang malah sudah bertambah menjadi 311 km. Jadi setelah ada program ini dan dari data badan Geofisial nanti setelah di Perdakan jangan lagi berpatokan pada data lama," tegasnya.

Sementara untuk program RZ WP3K ini, Tema menjelaskan sangat penting untuk Jambi. Karena merupakan program prioritas nasional yang dibebankan pada daerah. Setidaknya Tema menyebut untuk tahun 2018 sendiri dari kegiatan RZ ini menghabiskan sekitar Rp 500 juta yang kebanyakan diperuntukkan untuk Tim teknis dari Universitas Diponegoro Semarang.

Sedangkan untuk dana di tahun 2019 yang menyisakan program kajian lingkungan hidup strategis, Tema mengatakan belum mengetahui pasti.

"Kita belum menerima berapa nantinya anggaran yang diperuntukkan bagi program penyelesaian RZ ini," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments