Minggu, 22 September 2019

Tantangan Generasi Millenial Hadapi Revolusi 4.0


Senin, 29 Oktober 2018 | 16:21:46 WIB


/

PERKEMBANGAN zaman sudah tidak terbendung lagi ke seluruh lapisan masyarakat di dunia dan Indonesia. Perubahan teknologi yang kian cepat menuntut masyarakat mau tidak mau harus beradaptasi dengan ragam perkembangan tersebut.

Perkembangan teknologi ini juga secara tidak langsung berperan dalam perubahan sosial mulai dari pekerjaan, cara berkomunikasi, berbelanja, bertransaksi hingga gaya hidup. Eksistensi teknologi sekarang ini sudah dapat di aplikasikan semua masyarakat di tanah air mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia). Kelompok masyarakat yang paling akrab dengan kemajuan teknologi adalah generasi milenial.

Generasi milenial adalah generasi anak anak muda yang kelahiran pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran yang saat ini berusia antara 15-35 tahun. Kaum milenial terlahir dimana dunia modern dan teknologi canggih mulai diperkenalkan di publik, milenial datang pada waktu dimana industri hiburan mulai terpengaruh internet dan perangkat mobile.

Di Indonesia hubungan generasi milenial dengan internet adalah dua instrumen yang tidak terpisahkan dan menjadi kebutuhan dalam menjalani kehidupan mereka sehari hari. Sehingga generasi ini tidak asing lagi dengan teknologi

Kelompok masyarakat ini sudah akrab dengan teknologi namun tidak semua yang dapat mengendalikan teknologi tersebut. Internet mungkin mudah diakses oleh kelompok milenial tapi masih banyak juga yang kurang mampu dalam mengoperasikan barang barang yang berbau teknologi itu. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi tersebut menjadi sumber mata pencaharian mereka, sejauh ini generasi millenial hanyalah konsumen dari poduk produk kemajuan teknologi tersebut. Sehingga kesibukan generasi ini tidak jauh dari ruang lingkup teknologi karena kebutuhan sudah ada dalam aplikasi.

Kemajuan zaman yang selalu berdampingan dengan kemajuan teknologi, menuntut semua masyarakat harus peka dalam merespon revolusi teknologi ini. Jangan sampai perkembangan zaman ini tidak di ikuti dengan kemampuan yang mumpuni supaya setiap masyarakat sama sama merasakan efek dari perkembangan zaman tersebut jadi perubahan itu sama sama di bentuk oleh masyarakat dan supaya kita tidak hanya menjadi konsumen dari negara-negara maju tapi ikut terlibat menuangkan ide dalam kemajuan itu.

Pada saat ini generasi milenial sudah dihadapkan dengan revolusi industri 4.0 revolusi ini adalah revolusi industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber. Ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Ini termasuk system cyber-fisik, Internet of Thinks (IoT), komputasi awan dan komputasi kognitif.

Pada revolusi ini teknologi informasi sepenuhnya dimanfaatkan sehingga kemampuan digitalisasi sangat di butuhkan dalam menghadapi revolusi industri ini supaya revolusi ini berjalan secara optimal. Tentunya revolusi ini menuntut skill dan kecerdasan masyarakat supaya dapat menuangkan ide ide dan inovasi mereka ke dapannya.

Namun problematika di masyarakat sekarang adalah apakah generasi millenial mampu menghadapi revolusi industri 4.0 tersebut. Sementara dalam menyikapi revolusi ini dibutuhkan orang orang yang benar benar mahir dan paham dengan teknologi. Namun langkah pemerintah dalam menyiapkan generasi millenial menjadi angkatan kerja yang kompetitif dan produktif masih dipertanyakan oleh masyarakat.

Hal ini harus benar benar dipersiapkan dan di fasilitasi negara supaya masyarakat tidak gagap di revolusi industri yang akan datang. Pemerintah saat ini harus benar benar mempunyai strategi yang taktis untuk mendorong semua elemen masyarakat agar peduli dengan revolusi 4.0 supaya revolusi ini nantinya dapat dinikmati semua elemen masyarakat menuju Indonesia yang lebih sejahtera.

*) Penulis adalah mahasiswa ilmu sosial ilmu politik Universitas Jambi


Penulis: Wiranto B Manalu
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments