Rabu, 18 September 2019

Pemerintah China Turut Berduka Atas Jatuhnya Pesawat Lion


Selasa, 30 Oktober 2018 | 09:55:00 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

BEIJING-Pemerintah China menyatakan dukacita yang mendalam atas jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT610 di perairan laut Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

"Kami berduka atas peristiwa tersebut dan berempati terhadap keluarga korban," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang dalam siaran persnya yang diterima Antara di Beijing seperti dikutip metrojambi.com, Selasa.Pihaknya terus memantau perkembangan atas upaya evakuasi korban akibat peristiwa itu.

"Kami juga menjalin hubungan dengan pihak terkait. Sejauh ini informasi yang kami terima, tidak ada korban kecelakaan pesawat tersebut dari warga China," ujarnya.

Maskapai Lion Air juga menerbangi wilayah China, namun hanya untuk melayani carteran dari agen perjalanan wisata setempat menuju Manado, Sulawesi Utara.

Lion Air sangat digemari wisatawan China yang mengantarkan berlibur ke Manado dengan harga paket wisata 2.000 Remimbi/RMB (Rp4,4 juta) sudah temasuk akomodasi selama empat hari tiga malam.

Pesawat Lion Air JT610 yang terbang dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Banten menuju Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, hilang kontak pada Senin (29/10) pukul 06.33 WIB.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 Lintang Selatan - 107 07.16 Bujur Timur.
Pesawat yang baru dioperasikan pada Agustus 2018 itu berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta kembali ke bandara semula (return to base) sebelum akhirnya hilang dari jangkauan radar.

Badan SAR Nasional memastikan pesawat tersebut jatuh di perairan dekat pantai Kabupaten Karawang.

Pesawat nahas itu membawa 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak, dan dua bayi dengan dua pilot dan lima awak pesawat.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments