Kamis, 19 September 2019

Menteri PPPA: Mahasiswi Jambi Jangan Hamil Duluan


Senin, 05 November 2018 | 20:50:13 WIB


Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise, saat berkunjung ke Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Senin (5/11)
Menteri PPPA, Yohana Susana Yembise, saat berkunjung ke Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Senin (5/11) / metrojambi.com

JAMBI - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengingatkan mahasiswi jangan hamil duluan, tapi harus fokus kuliah selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

"Kalian mahasiswi jangan hamil dulu, jangan menikah dulu. Harus selesaikan kuliah," kata Menteri PPPA Yohana dalam sesi kuliah umum di Universitas Jambi, Senin.

Pesan dari Menteri PPPA Kabinet Kerja itu disampaikan dalam sebuah kuliah umum di hadapan seribuan mahasiswa/i Universitas Jambi dengan tema "upaya preventif generasi muda dalam perlindungan perempuan dan anak" yang dimoderatori langsung Rektor Unja, Prof. Johni Najwan.

Menurut dia, yang saat itu pernah menjadi dosen di perguruan tinggi di Papua itu, pernah menemukan fenomena mahasiswi yang seperti itu. "Saya pernah mengajar. Anda mau kuliah atau cari suami. Jadi selesaikan kuliahnya dulu," kata dia.

Isu perempuan saat ini, kata Menteri, telah menjadi sebuah isu global. Sebab perempuan juga memiliki naluri yang dapat menumbuhkan semangat dan harus memiliki posisi strategis dalam sebuah pembangunan dan kemajuan bangsa.

"Perempuan harus memiliki jenjang yang setara dengan laki-laki untuk mencapai indikator sebagai kunci utama adalah kesetaraan gender," katanya menjelaskan.

Sehingga, lanjutnya, saat ini sangat dibutuhkan upaya preventif bagi generasi muda yang aktif dalam perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

"Sebagai generasi muda kita memiliki peran untuk menyelamatkan anak-anak untuk masa depan dari bangsa ini yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan," kata Yohana yang merupakan perempuan pertama di tanah Papua yang mendapatkan gelar guru besar itu.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments