Kamis, 19 September 2019

Gas Elpiji 3 Kg di Bungo Kembali Langka


Rabu, 07 November 2018 | 13:35:31 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARABUNGO - Kelangkaan gas subsidi 3 Kg kembali terjadi di Kabupaten Bungo. Langkanya gas bersubsidi membuat harga eceran mengalami kenaikan hingga 100 persen, dimana harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya hanya Rp 18 ribu, saat ini dijual mencapai Rp 35 ribu sampai Rp 38 ribu.

Langkanya gas, memicu dugaan adanya permainan agen. Tudingan ini disampaikan salah satu warga Sungai Kerja, Napitupulu. Ia mencurigai, agen gas di dekat SMPN 4 yang diduga bermain. Dia menyebut, Senin (05/11) ada bongkar gas di Sungai Kerjan, namun ketika hendak membeli pegawai agen menolak.

"Pas saya tanya mau beli, katanya belum bisa. Belum serah terima dengan pemiliknya," ungkapnya, Rabu (7/11).

Tak puas dengan jawaban tersebut, Napitupulu berusaha untuk mencari tahu. Bukannya mendapat informasi yang jelas, ia malah mendapat ancaman. "Saya diancam akan digebuk karena bertanya terus," ujarnya.

Selain Napitupulu, warga Talang Pantai, Windu juga mengeluhkan susahnya mencari gas 3 Kg. Jika pun mendapat, harga melonjak tajam. "Kalau dapat pun harganya paling murah Rp 35 ribu," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Bungo, Gusriyandi Rifai, mengatakan banyak laporan masuk mengenai kelangkaan gas serta tingginya harga gas bersubsidi ini. "Banyak sekali laporan yang masuk, mulai dari gas yang banyak hilang dan harganya di atas HET," ungkapnya.

Laporan yang masuk padanya, ada harga mencapai Rp 35 ribu. Dirinya menegaskan, bahwa pemerintah harus turun. "Kami mendorong pemerintah Kabupaten dengan instansi terkait dan aparat untuk turun melihat di lapangan. Sebab, permainan gas subsidi ini sangat merugikan masyarakat,” pintanya.


Penulis: Budi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments