Selasa, 13 November 2018

Bertugas Mengawasi Korban, Oknum PNS Batanghari Dapat Bagian Rp 10 Juta


Kamis, 08 November 2018 | 21:53:47 WIB


Wakil Direktur Reskrimum Polda Jambi Syarif Rahman saat mengintrogasi dua orang pelaku pencurian uang nasabah bank, dimana salah seorang diantaranya merupakan oknum PNS di Kabupaten Muaro Jambi
Wakil Direktur Reskrimum Polda Jambi Syarif Rahman saat mengintrogasi dua orang pelaku pencurian uang nasabah bank, dimana salah seorang diantaranya merupakan oknum PNS di Kabupaten Muaro Jambi / metrojambi.com

JAMBI - M Syukri alias Bujang (51), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Muarojambi, saat ini harus mendekam di balik jeruji besi. Warga Perumahan Aurduri Permai, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi itu ditangkap karena terlibat kasus pencurian uang nasabah bank dengan modus pecah kaca.

Selain M Syukri alias Bujang, petugas kepolisian juga menangkap dua orang pelaku lainnya, yakni Deni Naun Masadi (51) warga RT 11 Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, serta Willyanto alias David (49) Suka Bakti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Sementara itu dua pelaku lainnya, yakni Be dan Yo, saat ini masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Saat ditanyai wartawan, Bujang mengaku jika ia terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Dikatakan Bujang, saat itu ia bertugas mengawasi korban saat keluar dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi.

"Dapat bagian Rp 10 juta. Tapi sekarang uangnya sudah habis," ujar Bujang saat ditemui di Mapolda Jambi, Kamis (8/11).

Bapak dua anak itu menambahkan, uang Rp 10 juta yang dia dapat digunakan untuk biaya keperluan sehari-hari. Namun Bujang menyebutkan jika uang hasil curian tersebut tidak ia gunakan untuk membiayai kehidupan keluarganya. "Tidak untuk keluarga. Saya pakai sendiri," kata Bujang.

Bujang juga membenarkan jika dirinya merupakan PNS pada Dinas PU Kabupaten Muaro Jambi. Namun saat ditanya alasan ia mau terlibat dalam aksi pencurian tersebut, Bujang memilih bungkam.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments