Jumat, 23 Oktober 2020

KASAD TNI: Semangat Gotong Royong di TMMD Sebagai Kekuatan Bangsa


Selasa, 13 November 2018 | 20:08:54 WIB


Suasana penutupan TMMD ke 103 di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur
Suasana penutupan TMMD ke 103 di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur / metrojambi.com

JAMBI - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI, selaku penanggung jawab Operasional TMMD, Jenderal TNI Mulyono dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Komandan Korem 042/Gapu Kolonel Inf. Dany Budiyanto SE, menekankan semangat kebersamaan serta gotong royong sebagai refleksi kekuatan dari segenap komponen bangsa Indonesia.

Amanat KSAD ini, dibacakan Danrem 042/Gapu pada penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 tahun 2018, Selasa (13/11). Menurut KSAD, selama hampir satu bulan sejak TMMD ke-103 dibuka pada 15 Oktober lalu, para prajurit TNI, anggota Kepolisian, aparat Pemda, serta segenap komponen masyarakat telah bekerja keras, guna mencapai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik, yang mencakup 50 desa sasaran di 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Di setiap kegiatan TMMD ini, kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan serta gotong royong di setiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan.  

Hal ini menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen bangsa, yang memiliki visi, misi dan tujuan bersama guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat.

Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari kemanunggalan TNI dengan rakyat, yang merupakan roh perjuangan bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara.  

Kemanunggalan ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dan masyarakat sebagai pendorong kemajuan Bangsa, yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh.

Oleh karena itu, selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD, KSAD menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para gubernur, bupati, walikota, instansi kementerian terkait dan khususnya kepada seluruh masyarakat, yang telah bahu-membahu bersama prajurit TNI, mewujudkan pembangunan daerah yang menjadi sasaran pelaksanaan TMMD ke-103 ini.

Dijelaskannya, tema TMMD kali ini adalah “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera dan Demokratis.”

Tema ini sejalan dengan visi pemerintah pusat melalui kebijakan “Membangun Indonesia dari pinggiran.” Kebijakan ini memberikan kesempatan untuk membantu daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan secara merata, sekaligus sebagai momentum untuk menggelorakan kembali semangat gotong-royong serta memantapkan apa yang saya sebut sebagai Imunitas Bangsa.

Jenderal TNI Mulyono mengatakan, bahwa konsep imunitas bangsa pada dasarnya merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban.

Konsep ini merupakan salah satu jawaban atas kondisi bangsa yang semakin rentan akan pengaruh buruk modernisasi dan globalisasi, sehingga lebih mementingkan pembangunan fisik dan melupakan bahwa pembangunan nilai juga sama pentingnya, bahkan merupakan kunci kemajuan budaya suatu Bangsa di tengah kompetisi global dewasa ini.

Sebagaimana program TMMD yang telah berjalan secara rutin, pelaksanaan TMMD ke-103 ini diarahkan untuk mencapai sasaran pembangunan fisik dan non-fisik. Guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan, TNI bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada aparat-aparat desa, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola dana desa.

Hal tersebut menjadi bagian dari pembangunan non-fisik, yang juga diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, serta sosialisasi hukum, bahaya narkoba, maupun kesadaran bela negara.

Di samping sasaran pembangunan fisik dan non-fisik tersebut, pelaksanaan TMMD ini juga membawa misi khusus, yaitu untuk menyatukan perbedaan dalam masyarakat guna mencegah potensi perpecahan dan berkembangnya intoleransi, serta menumbuhkan kedekatan antara rakyat dengan prajurit TNI.

Karena itulah, bagi prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD ini diwajibkan tidur dan makan di rumah masyarakat, dengan memanfaatkan ULP prajurit yang diberikan oleh Komando Atas.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments