Jumat, 21 Februari 2020

Wabup Sarolangun Minta PPL Bisa Tingkatkan SDA Petani


Selasa, 13 November 2018 | 20:58:18 WIB


Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri saat membuka rapat dan temu teknis PPL, Selasa (13/11)
Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri saat membuka rapat dan temu teknis PPL, Selasa (13/11) / metrojambi.com

SAROLANGUN - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Sarolangun, menggelar rapat dan temu teknis dengan ratusan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Ballroom Hotel Abadi Sarolangun, Selasa (13/11).

Acara itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Sarolangun, Hillalatil Badri, didampingi Peltu Dinas TPHP, Helmi beserta staf. Usai acara Wabup menyampaikan bahwa temu teknis merupakan langkah dan upaya dalam meningkatkan SDM para penyuluh sehingga diharapkan mampu lebih cerdas mendorong para petani dalam menjawab persoalan ekonomi di sektor pertanian.

“Temu teknis ini sekaligus pelatihan peningkatan SDM para penyuluh supaya ke depan lebih modern dalam menjawab keluhan para petani di lapangan,” kata Wabup.

Saat ini, lanjut dia, persoalan masyarakat Sarolangun tergantung pada komoditi kelapa sawit dan karet, padahal saat ini harga komoditi tersebut sedang mengalami penurunan sehingga berdampak juga pada ekonomi masyarakat.

“Saat ini kita tahu bahwa jumlah kolompok tani kita berjumlah 1.167. Tentunya dengan jumlah segitu tidak akan cukup dalam membina petani. Apalagi dalam menjawab persoalan anjloknya harga komoditi Sawit dan Karet. Yang memang membutuhkan kecerdasan penyuluh untuk mendorong masyarakat ke komoditi lain sesuai dengan potensi wilayah masing-masing,” terangnya.

Lebih jauh dia menekankan agar pihak dinas terkait untuk mendata potensi pertanian sesuai dengan wilayah masing-masing, supaya pemerintah lebih fokus memberikan bantuan. Sebab selama ini tidak terukur dan kurang fokus.

“Sekarang ini tinggal memaksimalkan. Wilayah kita semuanya punya potensi seperti Batang Asai lebih cocok pertanian kopi, sayur mayur, perkebunan dan yang lain mungkin juga demikian. Sangat kita sayangkan, kita punya potensi kok tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar,” terangnya.

Dia mengimbau agar para petani jangan jadi petani yang musiman dan hanya terlena pada komoditi tunggal. Padahal masih banyak komoditi lain yang bisa digarap dan meningkatkan ekonomi keluarga.

“Iya kita harapkan petani kita juga jangan jadi petani pak turut atau ngikut-ngikut, kalau orang tanam sawit sawit semua, karet karet semua. Padahal ini sangat riskan kalau dibiarkan, ketika komoditi ini turun inilah yang terjadi saat ini semuanya jadi susah,” katanya lagi.

Hal senada juga dikatakan oleh Peltu Dinas TPHP Sarolangun, Helmi, saat diwawancarai dia menyarankan agar penyuluh lebih menunjukkan identitas sebagai pelaku utama dalam pertanian.

“Jelas ya, yang namanya diklat itu artinya meningkatkan SDM, apalagi mereka ini pelaku utama dan tentunya mereka ini ujung tombak maju atau mundurnya sektor pertanian,” kata Helmi.

Ratusan penyuluh itu, lanjut Helmi, akan ditugaskan di setiap kecamatan dalam setiap desa yakni 146 desa, sedangkan untuk strata pendidikan hampir mayoritas adalah sarjana dan lulusan SMA sederajat yang sudah menjadi pegawai dan tenaga kontrak daerah.

“Mereka ini nanti sudah ditugaskan di sepuluh kecamatan dalam setiap desa, kami sangat optimis jika mereka serius membina petani. Tapi memang tergantung juga dengan semangat petani kita,” tandasnya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments