Minggu, 8 Desember 2019

Tingkat Kelulusan CASN Rendah, Ini Tanggapan Ihsan Yunus


Jumat, 16 November 2018 | 09:22:28 WIB


Ihsan Yunus
Ihsan Yunus / Metrojambi.com

JAMBI - Rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini meninggalkan cerita pelik. Di satu sisi negara tengah membutuhkan banyak tambahan Aparatur Sipil Negara, namun di sisi lain dari 1,7 juta CASN yang memgikuti tes, hanya 8 persen yang tercatat lulus passing grade.

Persoalan utamanya adalah mayoritas mereka yang ikut rekrutmen CASN gagal mencapai standar passing grade Seleksi Kompetensi Dasar berbasis Komputer (SKD CAT). Hal ini membuat belum terisinya 50 persen formasi CASN untuk Indonesia barat, 63 persen untuk Indonesia tengah, dan 90 persen untuk Indonesia bagian timur.

Permasalahan rendahnya tingkat kelulusan CASN tahun ini mendapatkan sorotan dari Ihsan Yunus, anggota Komisi VI DPR RI dari Dapil Provinsi Jambi.

“Saya prihatin dengan kondisi ini. Ini jadi lampu kuning kualitas angkatan siap kerja nasional dan pendidikan kita. Ke depannya harus ditemukan akar permasalahan rendahnya kualitas angkatan kerja kita. Data menunjukkan kualitas angkatan siap kerja kita tertinggal dari Singapura, Malaysia bahkan Brunei Darussalam,” ujar Ihsan.

“Saya memahami ada kebutuhan akan ASN tapi ada fakta kurangnya jumlah kelulusan. Saya sendiri tidak sepakat apabila passing grade diturunkan agar yang masuk bertambah. Itu kebijakan reaktif,” katanya menambahkan.

“Mungkin bisa dicari solusi tambahan seperti untuk daerah-daerah yang tingkat kelulusannya sangat minim, selain passing grade, peringkat nilai hasil tes juga dapat dipertimbangkan, Hal ini pasti akan dibahas bersama-sama di DPR,” lanjut Ihsan.

Ihsan juga menyoroti ketidakseimbangan antara ASN di sektor administratif dengan sektor lainnya seperti guru. Dikatakannya, kebutuhan guru di berbagai daerah di Indonesia masih minim. Harusnya yang lebih menjadi fokus adalah rekrutmen guru.

“Indonesia itu baru bisa memenuhi kebutuhan guru secara nasional tujuh tahun lagi, Saya akan coba usulkan agar ke depan formasi guru menjadi prioritas utama. Mereka adalah garda terdepan pengemban utama amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkas Ihsan. (*)


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments