Jumat, 20 September 2019

Hadapi Pemilu 2019, Dandim Tanjab: Netralitas TNI Harga Mati


Sabtu, 17 November 2018 | 13:10:52 WIB


/ Istimewa

JAMBI - Sebagai bentuk netralitas TNI dalam Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur, Kodim 0419/Tanjab beserta Koramil jajarannya, melakukan pemasangan spanduk yang bertuliskan “Netralitas TNI Harga Mati.”

Selain itu, dipasang pula spanduk bertuliskan “Kita Sukseskan Pemilu Tahun 2019 yang aman dan damai" melalui tema "Pilihan boleh berbeda tetapi kedamaian tetap terjaga”.

Pemasangan spanduk ini menandakan bahwa kedamaian di wilayah Kabupaten Tanjab Barat dan Timur tetap terjaga, walau berbeda pilihan dan TNI akan bersikap netral dalam menghadapi Pemilu ke depan.

“Pemasangan spanduk tersebut adalah bentuk ketegasan TNI dalam menjaga netralitas pada Pemilu 2019. Selain itu wujud kecintaan TNI terhadap keutuhan NKRI dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur,” ungkap Dandim
0419/Tanjab Letkol Inf Arry Yudistira, Sabtu (17/11).

Menurut Dandim, hal itu sesuai perintah dan penekanan dari Komando Atas, bahwa netralitas TNI dan PNS harus dijalankan, dari prajurit yang berada di wilayah teritorial paling bawah yaitu Kodim dan Koramil.

“Untuk itu, baik Makodim maupun Koramil jajaran, saya perintahkan memasang spanduk tentang netralitas TNI Harga Mati, baik di depan satuan maupun di tempat-tempat strategis sekitar satuan,” ujarnya.

Dandim menegaskan, bahwa netralitas TNI sudah tertuang dalam UU RI No 34 Tahun 2004 tentang TNI. Salah satunya adalah tidak berpihak, tidak ikut politik praktis.

Menurutnya, netralitas adalah wujud nyata yang dipegang teguh setiap prajurit TNI untuk tidak terlibat di politik praktis.“Jangankan prajurit TNI, PNS pun jika tidak mengindahkan, larangan tersebut sesuai aturan yang ada, dengan melakukan aksi dukung mendukung dalam pemilihan presiden/wapres dan pemilihan calon legislatif, terancam pidana satu tahun penjara dan denda paling besar 12 juta rupiah,” tegas perwira melati dua ini. 


Penulis: fdy
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments