Kamis, 22 Oktober 2020

Sungai Alay Diduga Tercemar Limbah PKS PTPN VI


Minggu, 02 Desember 2018 | 21:26:24 WIB


Limbah PKS PTPN VI dibuang melalui parit
Limbah PKS PTPN VI dibuang melalui parit / metrojambi.com

MUARATEBO - Keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN VI Rimbo Dua (Rimdu) dinilai meresahkan masyarakat. Ini karena, limbah udara berwarna hitam pekat yang keluar dari cerobong industri tersebut sangat mengganggu warga.

Selain itu, warga juga mempersoalkan limbah cair yang berasal dari pengolahan buah sawit untuk CPO PKS PTPN VI Rimbo Dua yang dibuang ke Sungai Alay, jalan Sapat Desa Tirta Kencana pada Jumat lalu (30/1).

Pembuangan limbah berwarna hitam pekat dan bau tersebut terpantau melalui sebuah parit jalan Camar Desa Sapta Mulia, limbah tersebut mengalir ke Sungai Alay.

Dibuangnya Limbah PKS PTPN VI Rimdu ini, mengakibatkan Sungai Alay tercemar dan mengancam ekosistem di dalamnya. Masyarakat yang menggunakan air Sungai Alay untuk keperluan sehari-harinya pun menjadi terganggu.

"Saya melihat langsung dan nyata-nyata limbah PKS PTPN VI Rimdu dibuang ke Sungai Alay. Laporan warga juga mengatakan, bahwa di setiap musim penghujan seperti ini, limbah sengaja dibuang ke Sungai Alay karena kolam limbah di PKS tidak mampu lagi menampung limbah," kata Ucok Marpaung, warga Desa Sapta Mulia, Minggu (2/12).

Ia menegaskan, bahwa pihak PTPN VI Unit Rimdu harus segera menghentikan aksi buang limbah ke Sungai Alay, karena dari berubahnya warna air Sungai Alay ke warna hitam ini sudah menandakan adanya pencemaran lingkungan.

"Pihak PTPN VI Rimdu terkadang menyepelekan persoalan, karena mentang-mentang ikan-ikan di Sungai Alay tidak ada yang mati, PTPN VI mengklaim kalau limbah tersebut tidak berbahaya, itu salah besar. Limbah itu tetap berbahaya terhadap kelangsungan ekosistem Sungai Alay," pungkas Ucok Marpaung.

Dengan persoalan ini, Ucok mendesak agar pihak dinas terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tebo jangan tutup mata. Segera turun ke lapangan dan jangan hanya selesai dengan pertemuan-pertemuan formal. Sementara itu, terkait hal ini pihak manajemen PTPN VI Rimdu belum bisa dihubungi.


Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments