Jumat, 14 Desember 2018

100 Tahun Indonesia Mencapai Generasi Emas


Senin, 03 Desember 2018 | 14:26:20 WIB


/

SEBENTAR lagi kita akan mengakhiri tahun 2018 dan memasuki tahun 2019. Rasanya baru kemarin merayakan awal tahun dan kini sekarang sudah berada di penghujung waktu. 

Selepas membahas berakhirnya tahun ini saya membayangkan jadi apa nantinya bangsa Indonesia ini di tahun 2045 tepatnya saat Indonesia genap berusia 100 tahun.

Apakah Indonesia sudah mencapai mimpinya 100 tahun mendatang menjadi negara yang memiliki Generasi Emas?.

100 tahun Generasi Indonesia Emas isitilah ini digaungkan tanpa sebab, pasalnya ada satu harta karun yang sejatinya bisa menjadi modal untuk kelangsungan bangsa dan negara ini kedepannya, bernama “bonus demografi”.

Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70 persennya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30 persen merupakan penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode 2020-2045.

Pemerintah sendiri melalui dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang disusun oleh Menko Perekonomian dicanangkan bahwa Indonesia pada tahun 2025 akan menjadi negara maju, mandiri, makmur, dan adil dengan pendapatan per kapita sekitar 15000 dollar AS serta diharapkan menjadi kekuatan ekonomi 12 besar dunia.

Kemudian pada tahun 2045 mendatangkan Indonesia proyeksikan menjadi salah satu dari 7 kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan pendapatan per kapita sebesar USD47000.

Hal yang paling menarik adalah Indonesia merupakan negara yang berani bermimpi bahkan sebelum ia merdeka. Ketika penjajah menyerang Indonesia, rakyat menjunjung tinggi hak-hak kemerdekaan yang seharusnya mereka terima.

Mulai dari melakukan pemberontakan yang cerdas hingga terbentuknya badan-badan penggerak kemerdekaan seperti BPUPKI, PPKI, dan gerakan pemuda bawah tanah. Semua itu dilakukan demi satu keyakinan, yakni Indonesia pasti merdeka.

Dalam upaya inilah perjuangan kemerdekaan Indonesia, rakyat Indonesia bersatu terwujud dalam kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Semuanya ini tidak lepas dari tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. I.R. Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai pemimpin negara Indonesia pertama yang mengobarkan semangat masyarakat Indonesia demi meraih kemerdekaan Indonesia sekarang hingga akhir zaman.
Kita sebagai generasi yang hidup di zaman yang merdeka dan berkembang, wajib meneruskan perjuangan-perjuangan pahlawan kemerdekaan. Karena seperti apakah Indonesia ditahun 2045 mendatang? Hanya para pemudalah yang akan mengetahui hasilnya.

Di samping dari pengaruh generasi emas yang akan membawa Indonesia kepada mimpi 100 tahun Indonesia, semuanya itu tidak lepas dari kinerja para pejabat pemerintah. Pada Tanggal 30 Desember 2015 Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menuliskan beberapa poin yang menjadi “Mimpi Indonesia” 2015-2085.

Dimulai dari sumberdaya manusia Indonesia mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia. Masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Indonesia menjadi pusat pendidikan, tekhnelogi dan peradaban dunia.
Masyarakat dan aparatur pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi. Terbangunnya infrastruktur pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi/ terbangunnya infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.

Indonesia menjadi negara mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik. Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Selepas dari mimpi Indonesia yang menjadi impian seluruh masyarakat Indonesia, bangsa Indonesia harus memiliki pandangan yang jauh ke masa depan dan mempersiapkan generasi muda untuk mewujudkan masa depan yang sudah divisualisasian oleh sang pemimpin. Karena tanpa memperhatikan para penerus bangsa ini, maka semua keberhasilan yang diraih negera tidak akan berlajut ke depan dan hanya keberhasilan sementara.

Dalam mempersiapkan generasi muda merupakan pekerjaan yang membutuhkan political will yang kuat dan perencanaan yang matang.
Pembangunan jiwa dan raga memerlukan jangka waktu yang panjang, puluhan tahun untuk menciptakan generasi muda unggul dalam karakter dan keahliannya.

Pemerintah perlu memberikan perhatian yang besar kepada para generasi muda bangsa Indonesia ini. Karena dikala negara-negara maju lainnya, seperti Singapura dan Jepang menalami stagnansi pertumbuhan penduduk, Indonesia justru mengalami lonjakan penduduk yang berdampak pada besarnya jumlah penduduk usia produktif.

Hal ini bisa menjadi rezeki maupun malapetaka, tergantung bagaimana pemerintah mempersiapkan generasi muda Indonesia. Jika generasi muda dibekali dengan gizi yang sehat, pendidikan yang berkualitas dan dukungan moril yang besar maka impian menjadi generasi Indonesia emas 2045 akan terwujud.

Hanya saja keberhasilan bangsa bukan hanya terletak pada bagaimana pemerintah memperhatikan generasi muda, namun juga terletak pada sikap generasi muda dalam menyikapi kebijikan dan aturan yang diberikan pemerintah.

Misalnya seperti, pemerintah memberikan bantuan kepada generasi muda yang berprestasi baik dalam bidang ilmu maupun olahraga. Namun hal ini tidak dimanfaatkan sebaik mungkin oleh generasi muda dalam mengukir prestasi.

Hanya ada beberapa generasi muda yang mau maju dengan berani untuk mengukir prestasi tanpa memikirkan apa yang akan diperbuat pemerintah bagi mereka. Salah satu teman saya menceritakan sebuah arti cinta tanah air yang sesungguhnya kepada saya lewat kisah seorang temannya teman saya. Yang mana teman saya ini memiliki seorang teman mahasiswa yang berhasil melakukan reserch mengenai pemanfaatan buah nipah.

Di saat masyarakat tidak memanfaatkan buah nipah atau mengelola buah nipah padahal beberapa daerah di Provinsi Jambi menghasilkan banyak buah nipah, sehingga hal tersebut buah nipah banyak terbuang sia-sia. Namun, mahasiswa ini berhasil menciptakan sebuah kreasi yang sangat mahal harganya dan sudah banyak di konsumsi oleh masyarakat Jambi (buah nipah dijadikan jus).

Anak muda ini ditawarkan oleh negara Malaysia untuk melanjutkan reserch-nya dan ditawarkan dengan berbagai fasilitas yang menggiurkan bagi si mahasiswa.

Hanya saja negara Malaysia menawarkan mahasiswa tersebut menjadi warga negara Malaysia. Mahasiswa tersebut lebih memilih untuk menjadi warga negara Indonesia, meskipun pemerintah tidak menawarkan fasilitas dan jaminan untuk pendidikannya.

Dari sinilah dapat kita lihat bahwa yang dibutuhkan Indonesia menuju generasi Indonesia Emas ialah generasi yang berkarakter, berjiwa nasionalis, memiliki cinta akan tanah air, dan cerdas dalam hal pendidikan.

Sejak dulu pemerintah sangat memperhatikan generasi muda Indonesia, dapat kita lihat dari pemerintah yang tetap mempertahankan pendanaan yang dibutuhkan untuk mencerdaskan generasi emas Indonesia dapat dilihat dalam alokasi dana pendidikan yang dilindungi oleh Konsitusi yaitu sebesar 20 persen dari Anggaran keuangan negara (Pasal 31 (4) UUD 1945).

Untuk mewujudkan generasi Indonesia emas tahun 2045 lebih tepatnya 100 tahun Indonesia merdeka, maka diperlukan juga kepercayaan anak-anak muda kepada pemerintah dalam menjalankan pemerintah.

Dengan ikut berprestasi dan menanamkan nilai-nilai Pancasila serta cinta tanah air maka Indonesia akan menjadi negara yang memiliki generasi-generasi emas yang akan membawa bangsa Indonesia kepada Indonesia Emas.

Keberhasilan bangsa kedepan bukan terletak pada generasi muda saja melainkan terletak pada kecerdasan generasi muda yang disebut sebagai generasi emas. Generasi yang ikut bekerjasama kepada pemerintah akan membawa bangsa Indonesia semakin dekat akan mimpi Indonesia.

Anak-anak muda Indonesia memiliki will power, dedikasi yang tidak mudah patah, memiliki energi dan waktu yang cukup banyak untuk meraih mimpi Indonesia sebagai Generasi Indonesia emas.


Penulis adalah Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi


Penulis: Karlina Veradia
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments