Kamis, 4 Juni 2020

SDN Danau Buluh Butuh Box Culvert, Camat: Sering Diajukan Tapi Dicoret

Camat: Sering Diusulkan Tapi Dicoret Dinas PU

Senin, 03 Desember 2018 | 14:43:11 WIB


Bangunan SDN 107 Sungai Buluh, Kabupaten Bungo terendam banjir, Senin (3/12)
Bangunan SDN 107 Sungai Buluh, Kabupaten Bungo terendam banjir, Senin (3/12) / Budi Prasetyo/Metrojambi.com

MUARABUNGO - Banjir yang menyenangi SDN 107 Danau Buluh disebabkan box culvert yang terlalu kecil. Hal ini menyebabkan aliran air menjadi terhambat. 

Box culvert sudah seharusnya dibangun untuk mengurangi risiko banjir yang rutin datang setiap tahunnya. Jarak antara box ke Sungai Udo hanya kurang lebih 150 meter.

Kepala SDN 107 Danau Buluh, Asmuni berharap pemerintah bisa membangun box culvert yang lebih besar supaya bisa mengurangi volume air.
"Harapan kami polongan (box culvert, red) bisa dibangun supaya air bisa lancar," ujar Asmuni.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Liza. Rumah Liza yang berbatasan langsung dengan sekolah pun terendam banjir. Menurutnya banjir menjadi rutinitas tahunan.

"Kami berharap polongan dibangun supaya air bisa lancar dan tidak tergenang," pungkas Liza.

Sementara itu, Camat Pasar Muara Bungo, Sofyan Maas ketika dikonfirmasi mengaku sudah sering mengajukan pembangunan drainase. Namun pengajuan selalu ditolak oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).

"Sudah sering kita usulkan tahun-tahun sebelumnya untuk pembangunan box culvert ini, tapi selalu ditolak oleh Dinas PU," ujar Sofyan Maas.
Bahkan untuk tahun 2019 pihak Kecamatan Pasar Muara Bungo tak mengusulkan ke APBD kabupaten. Camat beranggapan percuma mengusulkan pembangunan, karena ia yakin akan kembali dicoret.

"Dalam waktu dekat ini kami ada rapat koordinasi seluruh camat di Provinsi Jambi. Kami akan mengusulkan ke APBD Provinsi. Jadi kami tidak mengusulkannya ke APBD kabupaten," jelasnya.

Camat Pasar mengusulkan ke Provinsi, dikarenakan drainase Sungai Udo sebelumnya sudah dibangun oleh Dinas PU Provinsi.

"Harapan kami Dinas PU Provinsi menyambung drainase sampai ke SDN Danau Buluh, karena jarak tidak begitu jauh," sebut Sofyan Maas.


Penulis: Budi Prasetyo
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments