Jumat, 14 Desember 2018

Polair Targetkan Lebih Banyak Pengungkapan Kasus Kejahatan di Perairan


Selasa, 04 Desember 2018 | 13:19:39 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS saat memberikan suapan kue ulang tahun kepada Direktur Polair Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji
Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS saat memberikan suapan kue ulang tahun kepada Direktur Polair Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji / Metrojambi.com

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlias AS mengapresiasi kiprah Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Jambi, baik dalam pelayanan kepada masyarakat maupun dalam hal penegakan hukum terhadap berbagai macam tindak kejahatan di kawasan perairan.

Namun demikian, Muchlis mengatakan ada beberapa hal yang tetap harus dibenahi guna kemajuan Ditpolair Polda Jambi ke depan. Hal ini disampaikam Muchlis saat menghadiri syukuran HUT Polairud ke 68 di Mako Ditpolair Polda Jambi, Selasa (4/12).

"Polair sudah bekerja maksimal, dan sudah banyak kiprahnya. Namun ada beberapa hal yang tetap perlu dibenahi, seperti pembinaan personel dan peralatan," ujar Muchlis.

Ditambahkan Muchlis, Ditpolair Polda Jambi juga mendapat tambahan peralatan berupa kapal baru dengan kecepatan 1.200 PK. Dengan adanya peralatan baru tersebut, Muchlis berharap kerja Ditpolair Polda Jambi akan lebih baik lagi.

"Kapal baru itu bisa menjelajah lebih luas, dan memiliki kecepatan lebih tinggi. Kita harap dapat membantu tugas Polair, terutama dalam penegakan hukum," ucap Muchlis.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji mengatakan, dengan adanya penambahan peralatan dirinya berharap agar seluruh anggota dapat membantu anggota dalam melaksanakan tugas, terutama dalam pengungkapan kasus kejahatan di kawasan perairan.

"Untuk tahun 2019 nanti saya juga menargetkan lebih banyak pengungkapan kasus kejahatan di kawasan perairan," ujar Fauzi.

Namun Fauzi menolak mengatakan jika penambahan peralatan berupa kapal baru tersebut terkait dengan rawannya kawasan perairan Jambi dari berbagai aksi kejahatan.

"Kita tidak mengatakan rawan. Namun karena (perairan, red) Jambi ini perlintasan, memang perlu penguatan (personel dan peralatan," pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments