Jumat, 14 Desember 2018

Tanggapi Pembangunan Jalan Aspal Karet Sarolangun-Bangko, Ihsan Yunus: Bagus Bagi Petani Karet


Kamis, 06 Desember 2018 | 11:58:04 WIB


Ihsan Yunus berfoto bersama sejumlah petani karet
Ihsan Yunus berfoto bersama sejumlah petani karet / metrojambi.com

JAMBI - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi akan melakukan uji coba pertama kalinya jalan aspal karet di Jambi.

Aspal karet sepanjang 4 kilometer akan diuji coba pada 2019. Adapun uji coba tersebut akan dilakukan untuk jalan aspal karet yang membentang di Sarolangun-Bangko.

KementErian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri dalam beberapa forum mengatakan penggunaan campuran karet alam ke dalam aspal untuk jalan memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan tersebut antara lain lebih lentur dan meningkatkan kualitas pengerasan aspal dalam hal usia dan ketahanan terhadap air.

Pemerintah juga memiliki tujuan untuk menyerap 60 ribu ton karet produksi petani dalam proyek jalan aspal karet ini. Tahun lalu pemerintah misalnya telah melakukan pembangunan jalan aspal karet di Cikampek-Karawang dan jalan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

Ihsan Yunus, Anggota DPR RI dari Dapil Provinsi Jambi mengapresiasi uji coba jalan aspal karet dari Sarolangun-Bangko tersebut.

“Walaupun setahu saya harga per volume campuran aspal karet lebih mahal 10 sampai 15 perse , banyak hal positif dari penggunaan aspal yang dicampur karet alam ini,” kata Ihsan, Kamis (6/12).

“Aspal karet akan lebih tahan lama dan terutama lebih kedap air. Jadi kalau sering tergenang airpun gara-gara banjir tidak langsung rusak. Walau lebih mahal, ke depannya tidak perlu sedikit-sedikit bangun jalan lagi yang menghabiskan anggaran dan ganggu lalu lintas,” ujarnya lagi.

Politisi PDIP yang kembali mencalo kan diri sebagai anggota DPR RI pada Pemilu 2019 itu menambahkan, yang tak kalah penting adalah upaya untuk menyerap produksi karet dari petani terutama di Jambi. Di Jambi, kata Ihsan, industri karet itu masih mendominasi dengan tak kurang kontribusinya sekitar 19 persen. Tapi tetap saja masih ada keluhan harga yang terlalu rendah.

"Saya harap dengan adanya proyek jalan aspal karet seperti Sarolangun-Bangko ini, produksi karet petani dapat terserap dan harganya dapat terkatrol,” pungkas Ihsan. (*)


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments