Selasa, 11 Desember 2018

Vonis Zumi Zola Dinilai Sudah Sesuai


Jumat, 07 Desember 2018 | 09:38:05 WIB


Zumi Zola
Zumi Zola / dok.metrojambi.com

JAMBI - Vonis 6 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan terhadap Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola, dinilai sudah sesuai. Apalagi majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis tambahan berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun.

Pengamat hukum Jambi, Bahder Johan, mengatakan jika dilihat dari perkembangan sidang dalam hal ini tuntutan awal 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar hingga diputuskannya vonis menjadi 6 tahun penjara, sudah sangat pantas terhadap Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola.

"Zola selama mengikuti masa persidangan sejak awal hingga vonis tidak berbelit-belit, mengakui kesalahan-kesalahannya dan pasrah, serta berterus terang. Itu sebenarnya sudah layak hukumannya (6 tahun,red) untuk diterima, sudah wajar dan pantas," ujarnya saat dihubungi metrojambi.com, Kamis (6/12).

Menurut Bahder, bila dibandingkan dengan kasus yang sama dengan terdakwa Supriyono, pun tidak jauh berbeda. "Tergantung dengan yang terpidana, jadi ya konteksnya sudah pas. Kalau Zumi Zola kan katanya pasrah dan terima atas putusan vonis, sebelumnya juga ia telah meminta maaf kepada masyarakat Jambi atas apa yang telah diperbuatnya," paparnya.

Sehingga, kata Bahder, tidak adanya perlawanan dan pemberatan yang berarti dari terpidana Zumi Zola dalam artian legowo. "Sekarang yang perlu kita lihat dan perhatikan dari pihak jaksa penuntutnya, dan dari pihak KPK apakah menerima atau tidak terhadap hasil putusan tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, Bahder berharap, kasus yang menjerat Zola tidak terulang kembali. "Kita tentunya sebagai orang hukum, tidak menginginkan terulangnya kasus-kasus seperti itu. Terlebih dialami oleh kepala daerah selain mencoreng nama daerah juga dapat menghambat perkembangan daerah," katanya.

"Semoga dapat menjadi pembelajaran bagi yang lainnya. Siapapun itu terlebih pejabat-pejabat belajarlah dari kasus ini," pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments