Rabu, 11 Desember 2019

Wamenlu Turki: Negara Islam Harus Satukan Suara


Jumat, 07 Desember 2018 | 10:24:33 WIB


Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Yavuz Selim Kiran
Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Yavuz Selim Kiran / Istimewa

JAKARTA- Wakil Menteri Luar Negeri Turki Yavuz Selim Kiran mengatakan bahwa negara Islam, yang berada di bawah Organisasi Kerjasama Islam (OKI), harus menyatukan suara dan memiliki visi bersama.

Hal tersebut dikatakan Wamenlu Yavuz Selim Kiran terkait berbagai perang dan bencana kemanusiaan akhir-akhir ini dalam Konferensi Negara Anggota OKI untuk Mediasi kedua yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada akhir November.

Dunia kita melihat banyak pertumpahan darah dan air mata. Peperangan di Suriah memasuki tahun ke delapan. Ribuan masyarakat kehilangan nyawanya, sementara jutaan lagi terpaksa mengungsi, kata Yavuz.

Ia juga mengatakan bahwa perang di Yaman dan Afghanistan, yang tidak kunjung berakhir, terus memakan korban. Perang tidak hanya mengganggu kedamaian di negara Islam tersebut, tapi juga menyebabkan keguncangan semakin jauh di kawasan itu.

Kenyataan bahwa dunia mengalami sejumlah besar orang terlantar secara paksa sejak Perang Dunia kedua, menunjukkan bahwa kita harus bekerja lebih keras bersama, katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dari negara anggota OKI harus memperkuat hubungan dan kepercayaan satu sama lain agar tidak ada keburukan atau niat jahat, yang dapat merenggangkan kerjasama antarnegara Islam itu.

Buat baris lurus, berdiri bahu-membahu dan tutup celah, jangan tinggalkan ruang untuk setan, katanya mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perang di berbagai negara memang pelik dan mengharapkan krisis tersebut diselesaikan oleh pihak lain bukanlah harapan realistis.

Yavuz meyakini bahwa negara Islam harus bekerja keras untuk menyatukan suara dan objektif, karena hal itu dapat menjadi kunci untuk mempermudah penyelesaian konflik dan fokus pada potensi.

Sangatlah menyedihkan melihat masyarakat Islam tampak hancur karena kemiskinan, terorisme dan perang. Namun, seperti yang kita semua ketahui, cahaya naik dari timur, katanya memungkas.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments