Minggu, 29 Maret 2020

Tujuh Kecamatan Terendam Banjir, Headline Harian Pagi Metrojambi Edisi Rabu 12 Desember 2018

Sejumlah Sekolah Ikut Terdampak

Rabu, 12 Desember 2018 | 11:23:50 WIB


/

MUARABULIAN – Debit air sungai Batanghari terus naik, khususnya di wilayah Batanghari, hingga ke Kota Jambi. Kenaikan itu disebabkan limpahan air dari wilayah hulu Sungai Batanghari, seperti Merangin, Sarolangun, Bungo Tebo.


Di Kabupaten Batanghari, kemarin (11/12), debit air terpantau BPBD Batanghari di ketinggian 3,19 meter. Angka itu naik 3 cm dari angka sebelumnya. Sehingga status waspada sudah ditingkatkan ke siaga darurat. Meski curah hujan turun, namun jika terjadi muka air naik satu meter maka bencana banjir besar di Batanghari akan terjadi.

Pantauan BPBD di delapan kecamatan, setidaknya ada tujuh kecamatan sudah terendam. Berdasarkan pemetaan, ada 86 desa tiap tahun tergenang air. Meski belum tanggap darurat, beberapa sektor sudah terdampak banjir, seperti pendidikan, pertanian dan perkebunan. Sejumlah sekolah mulai terdampak, seperti sekah dasar di Desa Olak Besar, Kecamatan Bathin XXI.

"Air sudah masuk ke area sekolah. Tiga lokal di dalam satu sekolah dasar, sudah tergenang air," ungkap Samral, Sekretaris BPBD Batanghari, Selasa (11/12).

Kemudian berdasarkan laporan dari Kecamatan Maro Sebo Ilir, sejumlah titik di jalan Desa Danau Embat-Desa Bulian Jaya, amblas. Peristiwa itu terjadi pada 7 Desember lalu. "Menurut laporan yang kita terima, beberapa titik mengalami kerusakan. Longsor mengakibatkan badan jalan menjadi amblas, sehingga dibutuhkan perbaikan," ungkapnya.

Baca selengkapnya di Harian Pagi Metrojambi


Penulis: (chy/rna/sdp)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments