Sabtu, 24 Juli 2021

Jokowi Minta Petani Jambi Tak Lagi Bergantung Pada Sawit

Minggu, 16 Desember 2018 | 11:49:00 WIB


Presiden dan para undangan lain yang hadir
Presiden dan para undangan lain yang hadir / Ikbal Ferdiyal

JAMBI-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Minggu (16/12), menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk pengelolaan lebih dari 91 ribu hektare hutan sosial di Provinsi Jambi.

SK Menteri LHK tersebut diserahkan Presiden Jokowi kepada perwakilan petani se Provinsi Jambi. Acara berlangsung di Hutan Pinus, Kota Jambi.

Dikatakan Jokowi, 91 ribu hektare tersebut diperuntukkan bagi lebih kurang 8.100 kepala keluarga (KK) di Jambi. Dengan SK tersebut, Jokowi mengatakan petani penerima dapat mengelola Hutan Sosial tersebut selama 35 tahun.

Terkait lahan yang diberikan tersebut, Jokowi mempersilakan petani untuk menanam apa saja. Namun ia meminta agar petani tidak lagi menanam kelapa sawit.

"Sawit sudah banyak. Kalau produksi ditambah lagi, nanti harganya malah semakin turun," ujar Jokowi di hadapan petani yang hadir.

Apalagi saat ini, lanjut Jokowi, ada penolakan dari Eropa untuk komoditas kelapa sawit. 

"Di sana (Eropa, red) juga nanam, mirip-mirip sawit," sebut Jokowi.

Maka dari itu, ia menyarankan agar petani Jambi menanam komoditas lain yang masih dapat bersaing di pasaran. Seperti kopi, manggis, nilam, kepayang, dan lain sebagainya.

"Contohnya manggis. Saat ini banyak permintaan, seperti dari Singapura. Tapi kita belum mampu menyediakannya," kata Jokowi.

Ia juga meminta petani menanam komoditi yang bervariasi. "Kalau kopi, jangan kopi semua. Nanti kalau harganya anjlok, jadi pusing semua," pungkasnya.


Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments