Minggu, 20 Juni 2021

Asparindo: PKL Jangan Tumbuh di Pasar Angsoduo Baru

Minggu, 16 Desember 2018 | 20:43:10 WIB


Ketua Asparindo Joko Setiyanto saat memberikan keterangan pers usai berkunjung ke Pasar Angsoduo baru
Ketua Asparindo Joko Setiyanto saat memberikan keterangan pers usai berkunjung ke Pasar Angsoduo baru / metrojambi.com

JAMBI - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Joko Setiyanto, mengapresiasi keberadaan pasar Angso Duo yang baru. Pernyataan ini disampaikannya, saat melakukan kunjungan ke Pasar Angso Duo Baru Jambi, Minggu (16/12) pagi.  

Di Angso Duo, Joko menyempatkan diri melakukan dialog bersama beberapa pedagang. Usai lakukan peninjauan, dirinya menyampaikan bahwa Pasar Angso Duo Baru, jauh lebih bagus, manajemennya baik dan lebih tertata, dibandingkan pasar yang lama.

"Saya lihat masih ada kekurangan, tapi tentunya kekurangan tersebut akan segera diselesaikan oleh pengelola," ujarnya.  

Joko menegaskan, untuk pasar ini dilarang tumbuh pedagang kaki lima (PKL), karena sekali tumbuh, keberadaan kaki lima akan membahayakan pedagang di dalam pasar.

"Kalau ada persaingan, jelas menang di kaki lima, karena mereka praktis. Tentunya hal ini akan membahayakan, karena pola kita orang Indonesia ingin yang praktis," jelasnya.  

"Saya juga sudah sampaikan hal ini kepada pihak pengelola Pasar Angso Duo Baru dan masyarakat harus mematuhi aturan itu," ungkapnya.

Sementara itu, saat berdialog beberapa pedagang sempat menyampaikan aspirasinya kepada Ketua Umum Asparindo, terkait batasan jam operasional berjualan di Pasar Angso Duo Baru Jambi.

Soal pembatasan itu, Joko mengatakan, dirinya belum mengetahui persis seperti apa. Namun, secara umum perdagangan dimana pun kalau bisa sebanyak-banyaknya jam.

"Ini semua untuk rakyat dan pedagang, kalau ada regulasi yang menghambat perdagangan, tentunya akan merugikan pedagang dan pembeli. Harga nanti tentunya akan naik, yang rugi tentunya masyarakat," katanya.

Joko menyebutkan, pihaknya nanti akan coba membantu pedagang terkait hal ini. "Regulasi itu harus ada tingkatan dan turunan yang memang benar, kalau banyak regulasi ya bagaimana," ungkapnya.

Dikatakannya lagi, bagi masyarakat yang terpenting di pasar adalah stok barang lengkap dan harga murah.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments