Senin, 10 Mei 2021

178 SMK di Provinsi Jambi Baru Punya Empat Tempat Uji Kompetensi


Minggu, 16 Desember 2018 | 21:12:34 WIB


In House Training Kejaksaan Negeri Merangin tentang pendampingan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dalam pertanggungjawaban keuangan negara
In House Training Kejaksaan Negeri Merangin tentang pendampingan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dalam pertanggungjawaban keuangan negara / dok.metrojambi.com

JAMBI - Uji Kompetensi (Ukom) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jambi masih minim. Setidaknya dari 178 SMK negeri dan swasta di Jambi baru punya empat lokasi Ukom keahlian.

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Harizal, melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SMK Svempry menyampaikan bahwa rincian Ukom tersebut ada dua lokasi di tahun 2017 dengan jumlah yang sama pada tahun 2018.

Menurutnya, Ukom sangat diperlukan terkait standar keahlian yang akan dibawa oleh lulusan SMK untuk mencari pekerjaan. "Nanti jika sudah Ukom maka akan memperoleh sertifikat berlambang garuda atau memiliki kualifikasi standar internasional," katanya, Minggu (16/12).

Untuk penguji sendiri, Svempry menyebut akan diuji oleh guru SMK tersebut yang telah memiliki sertifikat penguji.  "Syaratnya harus guru lokal dan alat pengujiannya harus standar," ujar Svempry.

Sedangkan untuk SMK yang sudah memiliki tempat Ukom sendiri, kata Svempry, seperti SMK 2 Sungai Penuh dan SMK 3 Kota Jambi yang mengadakan Ukom otomotif. Kemudian ada SMK PP yang mengadakan Ukom pertanian dan SMK 2 Kuala Tungkal yang menyelenggarakan Ukom pelayaran.

Untuk tahun 2019, dia menyebutkan, akan diusulkan lebih banyak lagi tempat Ukom dengan mekanisme pendaftaran akan di danai pusat. Selain itu juga untuk menjaring lebih banyak peserta akan dikelola oleh event organizer untuk mengadakan Ukom di sekolah yang memiliki standar Ukom tersebut.  

"Nantinya dananya akan disubsidi juga dari para siswa, agar lebih banyak yang bisa ikut," paparnya.

Seperti diketahui, Ukom dirasa sangat perlu karena adanya konsen SMK sesuai dengan potensi daerah dan bidang keahlian yang diprioritaskan. Seperti untuk di SMK Kota yang lebih ke bidang jasa pariwisata, maupun kabupaten/kota untuk memenuhi perusahaan perkebunan yang ada di daerah.

Sesuai instruksi pusat untuk fokus mengembangkan lima jurusan seperti kemaritiman, pertanian, industri kreatif, pariwisata dan teknologi.

"Ini sangat penting karena pada tahun 2019 Dinas pendidikan Provinsi Jambi akan mengadakan program keahlian di SMK, yang artinya tidak menutup kemungkinan beberapa jurusan akan dihapus ataupun diubah," tandasnya.


Penulis: Rina
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments