Sabtu, 19 September 2020

Hingga Akhir Tahun, 27 Kasus KDRT Ditangani DP3A Sarolangun


Minggu, 16 Desember 2018 | 21:35:39 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SAROLANGUN - Sejak Januari hingga Desember tahun 2018 ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun menerima laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sedikitnya 27 kasus.

”Tahun 2018, dari Januari hingga Desember ada 27 kasus KDRT, terhadap perempuan dan juga anak yang ada di Kabupaten Sarolangun. Masing-masing KDRT terhadap perempuan tercatat ada 7 kasus, dengan delik pengaduan 3 orang pelecehan seksual, selebihnya KDRT di dalam rumah tangga," ujarnya Kabid Perlindungan Perempuan DP3A Sarolangun, Farida, Minggu (16/12).

"Untuk penanganannya, terkait kasus pelecehan seksual kita limpahkan ke pihak kepolisian, dengan penyelesaian secara pidana. Untuk KDRT 2 orang kita selesaikan dengan cara mediasi, selebihnya juga dilimpahkan ke pihak kepolisian,” katanya lagi.

Dari 27 kasus ini juga terdapat 20 kasus lainnya KDRT terhadap anak, baik itu KDRT pelecehan seksual dan juga kekerasan terhadap anak. Lebih jauh menurut Farida, DP3A dalam hal ini juga melakukan kegiatan antisipasi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.  

Seperti melakukan kegiatan sosialisasi terkait undang-undang terkait KDRT, dan undang-undang perlindungan terhadap anak-anak  ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Sarolangun. Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa semua masyarakat memiliki hak untuk dilindungi.

“Dan juga kami dari DP3A, mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila ada kejadian KDRT terhadap perempuan dan anak, agar secepatnya melaporkan ke P2TP2A di Dinas DP3A, kita siap melayani apapun keluhannya menyangkut dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, karena P2TP2A adalah wadah untuk mengadukan semua keluhan terkait KDRT tersebut,” katanya.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Herri Novealdi


TAGS:


comments