Sabtu, 25 Januari 2020

Warga Mendalo Keluhkan Air PDAM Sering Mati


Senin, 17 Desember 2018 | 14:06:39 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SENGETI - Masyarakat Mendalo Indah, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muarojambi Kembali mengeluhkan tidak lancarnya pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Keluhan ini seperti disampaikan oleh Efi, warga Mendalo Indah. Dikatakannya, sudah berhari-hari air di rumahnya tidak mengalir dengan lancar

"Sudah berhari-hari air di sini mati. Air hidup palingan malam, itu pun cuma sebentar," ujar Efi, Minggu (16/12).

Hal senada juga disampaikan warga bernama Andre. Menurut Ande, air PDAM tidak mengalir sudah sering terjadi. Namun tidak ada solusi dari pihak PDAM.

"Kalau memang ada permasalahan, harus segera diselesaikan. Ini sudah sering terjadi. Palingan normal sebentar, setelah itu kejadian lagi (air tidak mengalir, red)," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Teknik PDAM Muaro Jambi Aris saat dikonfirmasi mengakui jika saat ini memang sedang ada kendala terkait pendistribusian air bersih. Disebutkan Aris, ada gangguan pada pipa penyaluran air kepada pelanggan PDAM, yang dibebakan oleh banjir.

"Iya, sekarang lagi ada gangguan pipa transmisi yang di intake Mendalo Laut. Karena banjir ada pergeseran tanah sehingga sambungan pipanya lepas," terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Aris, saat ini pihaknya tengah melakukan perbaikan. Bahkan Aris menyebut pihaknya harus menyewa penyelam untuk memperbaiki permasalahan tersebut, karena debit air yang cukup tinggi dan deras.

"Dari kemarin kita melakukan perbaikan, tadi malam lepas lagi. Ini sekarang masih berlanjut perbaikannya. Kami juga menyewa tukang selam untuk perbaikannya," sebutnya.

Terkait hal ini, Aris meminta pelanggan untuk dapat memaklumi kejadian ini. Pasalnya memang kondisi ketinggian air juga mempengaruhi dari sulitnya untuk memperbaiki kendala tersebut.

"Tapi tetap kita berupaya untuk perbaikinya, sehingga pelanggan bisa menggunakan air seperti biasanya. Kami minta masyarakat memaklumi hal ini," pungkasnya.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments