Sabtu, 17 April 2021

Satgas Pangan Jambi Tinjau Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Natal dan Tahun Baru


Senin, 17 Desember 2018 | 16:57:35 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Jambi, Senin (17/12) pagi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga komoditi pangan di Pasar Angsoduo. Sidak ini dilakukan untuk mengetahui langsung harga komoditi pangan di lapangan dan memastikan langsung ketersediaan stok bahan pokok jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Sidak dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi Agus Sunaryo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Ariansyah, Kepala Bulog Jambi Bachtiar, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi Bayu Martanto, serta perwakilan kepolisian serta dinas/instansi terkait lainnya.

Dari sidak tersebut diketahui bahwa harga-harga komoditi pangan masih dalam standar harga, daging ayam Rp 25.500 sampai Rp 30.000 per kilogram, daging sapi Rp 120.000 sampai Rp 130.000 per kilogram, harga cabai Rp 40.000 per kilogram, dan beras premium Rp 9.450 per kilogram. Kemudian harga daging Bulog dan daging beku Bulog (daging beku kerbau) Rp 80.000 per kilogram.

"Apabila ternyata harganya melambung tinggi sementara supply cukup, maka tim Satgas Pangan harus mengawasi distribusinya. Bisa saja ada spekulan di lapangan, tapi berdasarkan apa yang kita pantau semua harga masih aman dan stabil, standar saja. Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi akan terus melakukan pemantauan, baik harga maupun stok sembako di pasar-pasar tradisional di Jambi,” ujar Agus Sunaryo saat dikonfirmasi usai sidak.

Agus menyampaikan, jika terjadi lonjakan harga pangan, akan dilakukan intervensi pasar, termasuk jika terjadi lonjakan harga pangan di kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jambi akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi dan juga dengan Bulog.

"Selama ini Bulog terus melakukan operasi pasar seperti tadi yang kita tinjau Divre Bulog yang menyediakan bahan-bahan pokok telah tersedia di pasar tradisional, pemukiman warga, dan di tempat tempat ramai lainnya, sehingga stok untuk masyarakat mencukupi, dan tidak terjadi lonjakan harga yang begitu signifikan,” ungkap Agus.

Tim Satgas Pangan juga masih menemukan penjualan daging beku yang tidak sesuai prosedur, penjualan beras premium dengan merk Panda yang ditaruh dalam karung beras Bulog.

Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Satgas Pangan Provinsi jambi telah memerintahkan instansi terkait di daerah itu untuk memberikan arahan terhadap pedagang terkait prosedur penjualan daging beku yang benar, dan Kepala Bulog meminta untuk tidak menggunakan karung beras Bulog untuk wadah merek beras lain karena berbeda harga dan kualitas.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments