Senin, 16 Desember 2019

Ajak Anak Naik Motor ke Mekkah, Ini Misi yang Dibawa Anggota DPRD Merangin


Senin, 15 Juli 2019 | 14:54:09 WIB


Lilik Gunawan beserta anaknya Balda
Lilik Gunawan beserta anaknya Balda / istimewa

BANGKO - Umumnya, orang akan menggunakan pesawat terbang untuk pergi menjalankan ibadah Haji ke Mekkah. Selain itu, keberangkatan juka dilakukan berkelompok.

Namun hal berbeda justru dilakukan Lilik Gunawan bersama anaknya, Balda, yang masih berusia 4 tahun. Keduanya bertolak ke tanah suci Mekkah dengan mengendarai sepeda motor.

Ayah dan anak ini akan melintasi sejmlah negara, Sejauh ini, mereka sudah mengarungi tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan selanjutnya ke Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Oman, UEA, dan Arab Saudi.

Sambil berjalan Lilik dan Balda juga menargetkan bisa mengumumpulkan 1.000 pesan cinta untuk sang Ibu, yang berisi pandangan setiap orang akan arti seorang ibu, dan pesan agar kita selalu menjaga dan mencintai sosok seorang ibu.

"Sekarang sampai di KL (Kuala lumpur) dan sudah 573 pesan cinta kami kumpulkan. Dan akan kami selesaikan di sisa perjalan ke Saudi dan kembali ke tanah air," kata Lilik.

Katanya, misi ini juga sebagai bentuk Campaign Internasional anti kekerasan terhadap Ibu di berbagai negara yang dilewati. Lilik juga menyampaikan di setiap forum dirinya menyampaikan untuk selalu menyayangi dan jaga sosok Ibu.

Dia menyebut, kisah perjalanan ini nantinya akan dibukukan dan ditargetkan akan dikeluarkan pada akhir tahun ini.

Pria yang tinggal di Hitam Ulu, Kabupaten Merangin ini sudah meninggalkan rumah sejak 8 Mei 2019 lalu, dan posisi saat ini berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Lilik mengatakan, mereka mulai riding bersama kakak perempuan Balda (Gadiza), dan baru riding sama Balda mulai dari Semarang, Jawa Tengah. Balda menemani dia riding dari Semarang, Solo, Magetan, terus ke Surabaya.

Mereka kemudian menyebrang ke Banjarmasin dan lanjut ke Palangkaraya sampai Pontianak, Singkawang, Sambas, dan masuk Malaysia melalui border Aruk di Sambas.

Riding Malaysia mulai dari Border Biawak di Lundu Serawak, Malaysia, kemudian lanjut ke Kuching, Sibu, Bintulu, dan Miri.

Setelah itu masuk Brunei lewat Border Sungai Tujuh dan masuk Brunei lewat Kuala Belait. Lalu masuk malaysia kembali lewat Border Limbang, lanjut ke Lawas Sipitang, Lapar dengan waktu perjalanan dua bulan kurang satu hari.

"Masuk ke Kota Kinabalu, Sabah tanggal 7 juli 2019, dan terbang ke Semananjung Malaysia tanggal 10 Juli," kata Lilik.

Karena tidak ada lagi alternatif jalan darat, sekarang posisi pria 38 tahun ini berada di Kuala Lumpur dan akan lanjut ke Thailand pada Minggu 13 Juli 2019 pagi dan akan masuk Thailand lewat Border Bukit Kayu Hitam.

"Saya dan Balda dalam kondisi baik dan prima, begitu juga dengan kendaraan yang kami gunakan dalam kondisi baik," kata Lilik lagi.

Perjalanan panjang ini ternyata sudah direncanakan sejak jauh hari, bahkan persiapannya sudah hampir satu tahun. Mulai dari riset tentang haji furoda, riset jalur, riset koneksi riders dan administrasi, perlengkapan sampai finansial.

Lilik bercerita, selama di perjalanan dia selalu dijaga oleh Allah dan tak menemukan kendala begitu berarti. Sampai saat ini, kendala yang dihadapi hanya cuaca yang tak menentu, kadang hujan, kadang panas, kemudian jalur tanpa signal internet.

"Jalur tanpa signal internet, jadi GPS lost signal," kata Lilik.

"Oh ya hal berat lainnya adalah rindu keluarga rindu rumah dan rindu tanah air," sambungnya.

Hal menarik selama di perjalanan, Lilik mengatakan adalah rasa persaudaraan antara bikers yang luar biasa. Mereka (bikers) sangat antusias menyambut dia dan Balda, bahkan mereka siapkan semuanya, dari makan, penginapan sampai minyak bensin pun dia jarang keluar uang.

"Bahkan beberapa kali saya temukan uang di saku celana dan rompi Balda. Saya nggak tau itu dari siapa. Di Kinabalu malah terselip amplop di saku Balda berisi 500 Ringgit Malaysia. Kalau di rupiahkan sekitar 1.80000. Niat baik akan memdatangkan orang-orang baik.Amiin," katanya.

Lilik Gunawan yang juga anggota DPRD Kabupaten Merangin ini mempunyai beberapa orang anak dan Balda merupakan anak Bungsunya.

Lantas kenapa Lilik lebih membawa anaknya yang bungsu dibandingkan anaknya yang lain yang tentu usianya sudah lumayan tua dibandingkan Balda ?

Lilik menyebut, ada banyak orang yang bertanya, kenapa harus Balda yang diajak? Pertama karena dia punya Ibu dan Ibunya (istri Lilik) mengizinkan walupun dengan berat hati. Kedua karena Balda baru berumur 4 tahun jadi belum sekolah. Ketiga karena Balda memiliki fisik yang lebih kuat di banding kakak - kakaknya Diza dan Difa.

Balda sudah terlatih fisiknya di segala medan dan cuaca. Umur dua tahun Balda sudah menginjakkan kaki di Puncak Gunung Agung Bali 3114 Mdpl Indonesia. Keempat karna Balda satu satunya anak laki laki penyemangat baginya.

"Kelima karna senyum dan tingkahnya bikin lelah dan putus asa sirna," kata Lilik.


Penulis: Andi Kurniawan
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments