Senin, 26 Agustus 2019

Batanghari Usulkan Badadung, Bakohak, Tapa Malenggang dan Ngarak Garudo


Senin, 05 November 2018 | 13:45:00 WIB


/

BATANGHARI-Beberapa karya seni pertunjukan dan ritus-ritus di masyarakat Kabupaten Batanghari siap diajukan menjadi WBTB (Warisan Budaya Tak Benda).

Sejauh ini seni pertunjukan yang sudah siap diajukan yakni Badadung, Bakohak, dan Tapa Malenggang. Satu lagi ada ritual/perayaan masyarakat dalam pesta perkawinan masyarakat Kecamatan Mersam, yaitu Ngarak Garudo, juga bakal ikut diusulkan.

Untuk Ngarak Garudo kini dalam proses perlengkapan data oleh tim ahli yang sudah dibentuk. Tim ahli bertugas untuk mencatat dan melengkapi data yang dibutuhkan dalam form pencatatan yang diminta tim ahli WBTB pusat minta.

“Kita siap mengusulkan empat karya budaya Batanghari menjadi WBTB Indonesia 2019 dari Batanghari, Jambi,” kata Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari, Sri Hermiza.

Menurutnya, empat warisan budaya ini sebenarnya sudah sejak tahun lalu diusulkan oleh masyarakat. Tetapi baru tahun ini karya budaya yang diusulkan baru diajukan ke tim ahli Ditjen Kebudayaan Kemendikbud. Ini tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari dalam pemajuan kebudayaan.

“Kita selalu mendorong dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar karya budaya yang ada bisa diusulkan. Terutama yang hampir punah maupun yang sedang berkembang. Melalui program identifikasi kesenian ke lapangan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari melakukan pendataan yang terkait dengan kesenian,” ujarnya.

“Dari program itulah bidang kebudayaan dapat memetakan kondisi kebudayaan Batanghari secara menyeluruh. Dengan didukung oleh masyarakat Pemkab dan stakeholder kebudayaan di Batanghari siap mendaftarkan karya budaya Batanghari ke Dirjen Kebudayaan Kemendikbud,” katanya lagi.

Untuk diketahui, dalam proses pengusulannya, tim ahli yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan adalah dengan membagikan formulir ke masyarakat. Selanjutnya, formulir yang datang dari masyarakat baik perorangan, komunitas pun sanggar, kemudian diproses lebih lanjut oleh tim ahli.

Tim Ahli WBTB Batanghari ini yaitu Rode Yurizal, Joko Ismanto, Sari Andriyani, M Suhaili, serta Penggiat Budaya Kemendikbud untuk Batanghari Sean Popo Hardi.

Salah seorang tim ahli WBTB Batanghari, Gustin, mengatakan bahwa kali ini pihaknya memang mendapat banyak sekali usulan dari masyarakat. Namun hanya beberapa karya budaya yang bisa diprioritaskan karena beberapa pertimbangan. Salah satunya yaitu terkait dengan kelengkapan data yang ada di dalam form pencatatan.

“Tim ahli telah merampungkan formulir usulan dan siap untuk diajukan kepada Tim Ahli WBTB Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud,” ujarnya.
“Harapannya apa yang kita (Tim Ahli WBTB Batanghari) usulkan ini menjadi niat baik kita semua dalam memajukan kebudayaan Batanghari sebagai bentuk implementasi UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” kata M Suhaili menambahkan.

Lebih lanjut Joko Ismanto, mengharapkan dari keempat karya budaya yang diusulkan ini dapat ditetapkan menjadi WBTB Indonesia dari Batanghari, Jambi. Dukungan penuh dari Pemkab maupun Provinsi Jambi sangat dibutuhkan agar semua karya budaya yang diusulkan dapat ditetapkan oleh Tim Ahli WBTB Pusat.


Penulis: *
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments