Selasa, 18 Juni 2019

PDIP Pastikan Tak Beri Bantuan Hukum, Chumaidi dan Elhelwi Diminta Mundur


Sabtu, 29 Desember 2018 | 17:38:17 WIB


/ Metrojambi.com

JAMBI - Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi turut prihatin dengan ditetapnya 12 orang anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai tersangka kasus suap uang "ketok palu" pengesahaan RAPBD Provinsi Jambi 2018. Apalagi dua diantaranya adalah kader PDIP, yaitu Chumaidi Zaidi dan Elhelwi.

Terkait hal ini, Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto mengatakan menghormati proses hukum, dengan menjunjung praduga tak bersalah.

"Kita sepakat segala bentuk tindak pidana korupsi, narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak harus diperantas bersama-sama," tegas Edi dalam jumpa persnya di kantor DPD PDIP Jambi, Sabtu (29/12) sore.

Ditegaskannya lagi, tidak ada toleransi bagi PDIP terhadap tindak pidana korupsi, narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak. "Sesuai fakta integritas di PDIP, siap yabg teribat haris mengundurka diri dari kader PDIP," ujarnya.

"Dan kami sudah menghubungi beliau (Chumaidi Zaidi dan Elhelwi) dan beliau komit akan mengundurkan diri, namun beliau minta waktu untuk menyampaikan surat pengunduran diri. Dan intinya beliau bersedia, secara patriotik dan komit akan mengundurkan diri," kata Edi menambahkan.

Lalu apakah PDIP akan memberikan bantuan hukum terhadap kadernya yang terlibat kasus korupsi? Edi mengatakan untuk PDIP tidak ada pendampingan.

"Soal korupsi tidak ada pendampingan hukum," tegasnya. 


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments