Sabtu, 20 April 2019

Menyehatkan Kembali Induk Sepakbola Kita


Rabu, 12 Desember 2018 | 13:32:37 WIB


/

SEPAKBOLA Indonesia bukan lagi sekedar pertandingan atau olaharaga semata. Akan tetapi sudah menjadi ajang pemersatu masyarakat Indonesia. Sepakbola dapat disebut dengan olahraga sejuta umat. Hal ini dikarenakan olahraga yang satu ini menawarkan berbagai keunikan dan juga memiliki pasar yang sangat luas bagi masyarakyat. Di samping alat dan cara penggunaannya yang cukup sederhana, olahraga ini mampu memberikan income yang sangat banyak, tetapi dengan catatan pemainnya harus telah teruji dan telah memiliki kualifikasi yang cukup mumpuni untuk berkreasi di lapangan hijau.

Dunia persepakbolaan kita memang selalu mengalami grafik prestasi yang naik turun. Masih segar di ingatan bagaimana PSSI yang memiliki masalah dan hal lain-lain yang juga menyangkut PSSI. Namun saat ini tidak perlu lagi mengungkit hal-hal yang telah terjadi dan sebaiknya hal tersebut dibuat sebagai pembelajaran bagi masa yang akan dating. Tujuannya supaya pemerintah melalui cabang olahraga yang satu ini dapat mengharumkan negara ini dan paling penting adalah menyehatkan kembali induk persepakbolaan Indonesia.

Hal baru yang menjadi buah bibir terhadap induk sepak bola indonesia tersebut adalah ketua umum PSSI yang santer dibicarakan akhir-akhir ini yang sekaligus sebagai Gubernur Sumatera Utara. Hal ini tentunya sebagian masyarakat memandang bahwa hal ini tidak etis, sebab memagang dua jabatan tersebut butuh waktu dan energi yang banyak untuk mengurusnya.

Memegang secara rangkap jabatan tidaklah hal yang mudah. Dua jabatan yang dipegang tersebut pun tidak memiliki suatu hubungan yang erat.

Ada beberapa hal yang sering terjadi terhadap Timnas Indonesia berbicara mengenai tim secara keseluruhan perihal gaji tidak dibayar, kericuhan suporter yang sampai meregang nyawa dan paling parahnya adalah adanya mafia dalam sepakbola kita. Hal ini tentunya menciderai persepakbolaan kita yang saat ini tergolong minim prestasi. Hal ini diperkuat lagi dengan gugurnya Timnas Indonesia dalam perhelatan piala AFF baru-baru ini.

Olahraga merupakan suatu hal yang positif, dan lebih bermanfaat dibanding kegiatan-kegiatan lain seperti narkoba, judi dan balap liar. Ada pepatah yang mengatakan bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Hal ini mengenai kesehatan dapat dicapai dngan berbagai cara salah satu caranya adalah dengan olahraga. Tetapi bagaimana menyehatkan sepakbola kita jika yang berwenang mengurus persepakbolaan tersebut juga sakit? Butuh waktu dalam membenahi hal ini supaya ke depannya masalah yang sama tidak lagi hinggap ke sepakbola.

Suara suporter di lapangan hendaknya untuk mendukung tim yang bertanding, bukan untuk menyoraki kepengurusan yang sedang berjalan. Teriakan tersebut baru-baru ini muncul ketika hal ini memang menjadi sesuatu yang wajar meskipun sebenarnya tidak wajar. Oleh karenanya seharusnya PSSI dalam hal ini harus memiliki sikap yang sigap supaya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap persepakbolaan kita tidak semakin memudar.

Dalam setiap kemajuan organisasi tidak hanya tugas dari sebuah kepengurusan organisasi tersebut. Begitu pula dengan PSSI. Jika induk sepakbola kita maju semua harus saling mendukung antara kepengurusan PSSI, pemerintah, pemain, pelatih, hingga suporter. Pengaruh besar itu datang ketika tidak ada saling menyalahkan,kemajuan itu akan datang jika semua bidang bidang berbenah mendukung PSSI.

Kerinduan masyarakat indonesia dalam mencapai sebuah prestasi belumlah gagal terus dan teruslah berbenah hingga kerinduan itu pudar jika semuanya diperbaiki dalam tempo yang dekat kita pasti mampu bersaing di ajang internasional dan tidak dianggap remeh.

*) Penulis adalah anggota GMNI Jambi


Penulis: Hendro Silaban
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments