Rabu, 16 Januari 2019

Sampaikan Nota Pembelaan, Ferry Nursanti Sebut Dirinya Dikriminalisasi


Rabu, 02 Januari 2019 | 16:04:32 WIB


Ferry Nursanti, terdakwa kasus proyek pembangunan perumahan PNS Kabupaten Sarolangun saat menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (2/12)
Ferry Nursanti, terdakwa kasus proyek pembangunan perumahan PNS Kabupaten Sarolangun saat menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (2/12) / metrojambi.com

JAMBI - Ferry Nursanti, terdakwa kasus proyek pembangunan perumahan PNS Kabupaten Sarolangun, merasa dirinya dikriminalisasi. Bahkan orang tuanya meninggal dunia saat ia sedang menghadapi kasus ini.

Ini diungkapkan Ferry Nursanti dalam sidang nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (2/1).  "Orang tua saya meninggal saat saya sedang berjuang dalam kasus yang dikriminalisasi," katanya.

Dalam pledoinya, Ferry juga mempertanyakan penetapan dirinya sebagai tersangka. Padahal dirinya sudah menang dalam praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi.

"Kasus dan berkas yang sama tetapi kenapa saya kembali jadi tersangka padahal praperadilan saya dinayatakan idak bersalah," jelasnya.

Tidak hanya itu, Ferry juga menyoalkan penangkapan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, yang dinilainya sebuah jebakan. Bahkan kopernya yang disita hingga saat ini belum dikembalikan. "Koper hingga saat ini  belum dikembalikan," kata Ferry.

Soal penghitungan kerugian negara berdasarkan pemberian kredit perumahan kepada PNS tersebut menurutnya sangat tidak jelas. "Pemberian kredit itu menjadi dasar memperkaya diri, sedangkan pemberian kredit tersebut dibayar dan menjadi beban saya senilai Rp 14 miliar," tukasnya.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments