Jumat, 6 Desember 2019

Melihat Keseriusan Sejumlah Calon Walikota Sungai Penuh Maju di Pilwako


Selasa, 13 Agustus 2019 | 14:38:49 WIB


/

SUNGAIPENUH - Suasana perpolitikan jelang perhelatan Pemilihan Walikota (Pilwako) Sungai Penuh mulai terasa. Sejumlah nama bakal calon telah menyatakan siap membangun dan membenahi Kota Sungai Penuh, menjadi lebih baik. 

Bahkan sejumlah nama bakal calon (Balon) Walikota Sungai Penuh yang akan maju di pesta demokrasi yang digelar 5 tahun di Kota Sungai Penuh mulai bermunculan seperti Fikar Azami, Dipo Ilham, Pusry Amsy, Zulhelmi, dr Meidrin, Ahmadi Zubir dan Defitra Eka Jaya (DEJ).

Jika dilihat dari nama-nama yang telah menyatakan sikap maju di Pilwako Sungai Penuh, maka hampir semua kecamatan telah menyiapkan kader dan putra terbaik. Semua calon telah memiliki wilayah sendiri.

Seperti Fikar Azami putra Wali Kota Sungai Penuh ini berasal dari Kecamatan Tanah Kampung. Kemudian Pusry Amsi, putra Hamparan Rawang yang tinggal di Kecamatan Tanah Kampung.

Sedangkan Ahmadi Zubir dan dr Meidrin berasal dari wilayah yang sama, yakni kecamatan Pesisir Bukit. Tetapi memiliki basis berbeda. Sedangkan Zulhelmi, wakil wali kota yang sedang menjabat, berasal dari dua kecamatan yakni Kumun Debai dan Pondok Tinggi. Sedangkan Dipo memiliki basis di dua kecamatan yakni, Kecamatan Sungai Penuh dan Sungai Bungkal.

Zulhelmi diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan bahwa dirinya optimis untuk maju di Pilwako Sungai Penuh untuk merebut BH 1 RZ, karena dirinya ingin membawa perubahan untuk Kota Sungai Penuh ke depannya.

"Saat ini kita masih berkoordinasi dengan partai politik (Parpol) untuk mencari perahu di Pilwako 2020 mendatang," sebutnya. Ditanya parpol apa yang sudah dikoordinasi, Wakil Walikota Sungai Penuh aktif ini mengatakan untuk partai dia memprioritaskan partai yang berada di wilayah FPPWD7 Sungaipenuh. "Karena tiga dusun ini banyak ketua partai, kita tidak mau memborong partai, tetapi yang penting cukup perahu untuk kita berlayar, diantaranya sudah kita komunikasikan, mudah-mudahan beliau punya pemikiran yang sama," jelasnya.

Menangapi adanya informasi tiga dusun Sungai Penuh akan memajukan satu Cawako di Pilwako Sungai Penuh, Zulhelmi mengatakan harapnya seperti itu, namun untuk realisasinya sama-sama dilihat ke depannya.

"Jika berebut sama dengan pengalaman yang lalu, klau untuk pasangan belum, nanti akan berkembang sendiri," pungkasnya.

Sedangkan Dipo Ilham Jalil dikonfirmasi mengatakan proses Pilwako masih lama. Saat ini masih melihat dulu sejauh mana peluang untuk maju Pilwako.
Ditanya apakah siap maju, bila mendapat dukungan dari masyarakat, terutama forum tiga dusun Sungai Penuh, Dipo menjawab diplomatis.

“Harapan saya begitu, bila masyarakat menghendaki untuk maju. Kita lihat ke depannya nanti seperti apa,” ungkapnya.

Sementara itu, Defitra Eka Jaya (DEJ) dikonfirmasi mengatakan dirinya belum saatnya maju mencalonkan diri sebagai Walikota Sungai Penuh. Pria yang akrab disapa DEJ mengatakan lebih baik di posisi saat ini.

“Saya menyatakan tidak berminat untuk menjadi maju sebagai calon walikota. Saya memilih untuk posisi sekarang, bisa menengahi, mendudukkan teman-teman calon pemimpin Sungai Penuh bahwa ayo kita pikirkan Kota Sungai Penuh yang lebih baik ke depannya,” jelasnya.DEJ lebih mendukung lima tokoh Sungai Penuh untuk maju di Pilwako.

“Untuk pribadi saya sepertinya menjadi walikota bukan impian saat ini. Kalau Fikar, Dipo, Wo Mi, Meidrin, Pusri mungkin mereka punya visi untuk itu. Saya pribadi lebih memilih untuk merangkul mereka berlima ayo kita pikirkan Kota Sungai Penuh yang lebih baik,” katanya lagi.

Sementara itu, Fikar Azami memang saat ini masih menjabat ketua DPRD Sungai Penuh dan juga anak Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri mengatakan terkait Pilwako Sungai Penuh dirinya menghormati siapa saja yang akan maju mencalonkan diri.

“Masalah politik itu urusan lain, bang Dipo mau maju silakan, pak Zulhelmi, pak Pusri mau maju silakan, tapi tetap seperti yang disampaikan bang DEJ tadi persatuan dan kesatuan untuk kemajuan kota Sungai Penuh ini nomor satu,” pungkasnya.Kemudian bakal calon lain yang telah menyatakan diri siap bertarung adalah Pusry Amsi. Ia merupakan mantan Sekda Kota Sungaipenuh.

Dikatakan Pusri, dirinya akan maju dalam rangka membenahi Kota Sungai Penuh menjadi lebih baik.
"Kita akan maju sebagai calon wali kota Sungai Penuh, karena kita prihatin dengan kondisi Kota Sungai Penuh saat ini. Untuk partai ada beberapa yang telah kita lakukan komunikasi," ujarnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments